Malam Jumat Mencekam di Kapal Cumi: Nelayan Muara Angke Tewas Ditusuk 17 Kali oleh Temannya

Peristiwa mencekam terjadi di atas kapal cumi KM Tambah Makmur yang tengah berada di Dermaga TPI Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (2/6/2022).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolsek Kawasan Sunda Kelapa soal pembunuhan nelayan Muara Angke. Peristiwa mencekam terjadi di atas kapal cumi KM Tambah Makmur yang tengah berada di Dermaga TPI Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (2/6/2022) malam kemarin. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Peristiwa mencekam terjadi di atas kapal cumi KM Tambah Makmur yang tengah berada di Dermaga TPI Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (2/6/2022) malam kemarin.

Seorang nelayan berinisial NSA (28) ditusuk teman sekapalnya UK (27) belasan kali hingga nyawanya tak terselamatkan.

UK gelap mata menusuk korban dilandasi dendam pribadi yang selama ini dipendamnya.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yunita Natalia Rungkat mengatakan, peristiwa malam Jumat berdarah itu terjadi sekira pukul 22.56 WIB.

Awalnya anggota Polsek Kawasan Sunda Kelapa mendapat laporan dari nelayan setempat bahwa ada kasus penusukan di atas salah satu kapal.

Baca juga: Pantas Ditangkap Polisi, Nelayan Muara Angke Pinjam Motor Teman Tapi Tak Dikembalikan Sejak 2020

"Pada Kamis malam sekira pukul 23.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa mendapat informasi ada penusukan di dermaga TPI Muara Angke," kata Yunita di Mapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Jumat (3/6/2022) petang.

"Tim bergerak menuju TKP dan mendapatkan informasi bahwa korban telah dibawa ke RS Atma Jaya Pluit," imbuhnya.

Kapal cumi KM Tambah Makmur 03 tempat pembunuhan nelayan di Muara Angke.
Kapal cumi KM Tambah Makmur 03 tempat pembunuhan nelayan di Muara Angke. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

NSA tewas dalam perjalanan menuju ke RS Atma Jaya.

Keberadaan 17 luka tusuk yang bersarang di leher, perut, hingga dada tak mampu lagi membuat korban bertahan.

Sementara sebagian anggota bertolak ke rumah sakit, sebagian lainnya mencari keberadaan pelaku di dermaga.

Selepas penusukan, ternyata UK tak langsung melarikan diri.

Baca juga: 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Kepu Sudah Sebulan Terdampak Krisis Air Bersih

UK masih berada di atas kapal cumi tempat dirinya menghabisi nyawa korban hingga polisi akhirnya mengamankannya.

"Tim bergerak ke kapal KM Tambah Makmur 03 dan mengamankan pelaku UK beserta barang bukti sebilah pisau. Pelaku dibawa ke Mapolsek Kawasan Sunda Kelapa untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Yunita.

Foto UK (27), tersangka pembunuhan terhadap nelayan di atas kapal cumi Muara Angke.
Foto UK (27), tersangka pembunuhan terhadap nelayan di atas kapal cumi Muara Angke.

Di kantor polisi, UK mengakui perbuatannya seiring mengungkapkan motif di balik pembunuhan ini.

UK bilang, kesabarannya habis karena selama ini korban selalu mengolok-oloknya saat bekerja di atas kapal cumi itu.

"Motif penusukan ini ialah pelaku memiliki dendam pribadi kepada korban. Berdasarkan keterangan pelaku, pelaku seiring diejek-ejek oleh korban," ucap Wakapolres.

Kini UK harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di tahanan.

Ia dijerat pasal berlapis 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP yang berkaitan dengan pembunuhan berencana.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved