Cerita Kriminal

Anak Temukan Ayah Meninggal di Bawah Pohon, Tak Sadar Itu karena Perbuatannya

Seorang anak tak menyadari bahwa justru dirinya adalah orang yang menyebabkan ayahnya itu meninggal dunia.

Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
ilustrasi jenazah. Seorang anak tak menyadari bahwa justru dirinya adalah orang yang menyebabkan ayahnya itu meninggal dunia. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang anak menemukan ayahnya sudah tak bernyawa di bawah pohon pisang.

Namun dia tak menyadari bahwa justru dirinya adalah orang yang menyebabkan ayahnya itu meninggal dunia.

Hal itu dirasakan oleh GR (25) pada 1 Mei 2022 atau sehari jelang Idul Fitri 1443 H.

Saat sedang mencari ayahnya berinisial ES (65), GR justru menemukan ayahnya tergeletak di bawah pohon pisang.

GR pun akhirnya ditangkap polisi karena dianggap sebagai orang yang telah menghilangkan nyawa ayahnya.

Baca juga: Cerita Anak Indigo Punya Tiga Teman Tak Kasat Mata sampai Diajak Kenalan Kuntilanak Berbahasa Sunda

Berikut ini kronologi kasus yang terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu.

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, kejadian tersebut terjadi tanggal 1 Mei.

Diketahui korban meninggal dunia dan dikuburkan.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat menanyai tersangka perampasan nyawa ayah di Ciparay, Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat menanyai tersangka perampasan nyawa ayah di Ciparay, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Lutfi AM)

"Tanggal 4 Mei, baru ada informasi ke polsek bahwa penyebab kematian korban tidak wajar. Sehingga polsek dan Reskrim Polres, melaksanakan kegiatan penyelidikan tentang apa yang terjadi menimpa korban," ujar Kusworo, di Mapolsek Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (6/6/2022).

Kusworo mengaku, pihaknya, mendapatkan fakta-fakta bahwa ada keributan 30 menit sebelum korban meninggal.

"Walaupun setelah keributan itu, yang bersangkutan (korban) masih melaksanakan aktivitas. Sehingga tanggal 7 Mei, dilakukanlah pembongkaran makam kemudian jenazah diautopsi," kata Kusworo.

Kusworo mengungkapkan, diketahui bahwa penyebab kematian adalah patahnya tulang pangkal penahan lidah, di sebelah kanan.

"Setelah dilakukan visum, kami melakukan pemeriksaan oleh dokter forensik," ucap Kusworo Wibowo.

Kusworo menjelaskan, didapatkan informasi bahwa seandainya penekanan atau pencekikan itu dilaksanakan secara keras, maka korban bisa meninggal seketika.

Baca juga: Keburu Digerebek, Panitia Private Party di Depok Belum Lunasi Sewa Lokasi, Pengelola Terpaksa Nombok

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved