Menteri BUMN dan Kepala BP2MI Lepas 285 Pekerja Migran ke Korea Selatan
Selesai melepas keberangkatan para pekerja migran, Erick mengatakan bahwa ia bersama Kepala BP2MI selalu mensupport Warga Negara Indonesia (WNI).
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, siang ini melepas 285 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke negara Korea Selatan.
Simbolis pelepasan ratusan migran ini berlangsung di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Selesai melepas keberangkatan para pekerja migran, Erick mengatakan bahwa ia bersama Kepala BP2MI selalu mensupport Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin mencari nafkah di luar negeri.
"Sesuai arahan presiden untuk membuka kesempatan bekerja di luar negeri kita harus mendukung. Karena itu sejak awal saya dan pak Benny terus mendorong mulai dari pendanaan daripada mereka harus terjebak lintah darah," kata Erick di lokasi, Senin (6/6/2022).
"Lalu juga ketika pulang nanti mereka sudah terdaftar di data bank sehingga mereka juga bisa usaha sendiri, lalu di airport kita pastikan jangan sampai masyarakat kita jadi masyarakat kelas dua," timpalnya.
Baca juga: Kronologi Kasus Private Party Depok: Dalih Acara Kampus, Hingga Dugaan Ajang Mabuk dan Seks Bebas
Erick mengatakan, negara akan hadir secara maksimal untk memfasilitasi dan memindungi para pekerja migran ini.
"Presiden bilang negara hadir harus menjaga warga negaranya jangan sampai kita menomor duakan bangsanya sendiri. Kita harus memastikan melayani bangsa kita nomor satu. Bukan berarti kita anti asing, kita tetap melayani asing, tetapi jangan sampai kita tidak melayani bangsa kita sendiri," tuturnya bersemangat.
Di lokasi yang sama, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengatakan, para pekerja migran ini merupakan pahlawan devisa untuk negeri.
"PMI sebagai pahlawan devisa ini juga sudah diperkuat dengan BUMN karena BP2MI tidak memiliki anggaran," katanya.
"Bayangkan ada pinjangan dengan bunga yang sangat rendah, PMI tidak boleh lagi menjual harta bendanya untuk kerja keluar negeri bahkan tidak boleh lagi meminjam ke rentenir karena negara sekarang hadir," tegasnya lagi.
Lanjut Benny, pihaknya juga terus menggenarkan gerakan untuk memberantas sindikat pekerja migran ilegal.
"Perlawanan serius kita kepada mereka yang memberangkatkan dengan cara tidak resmi Rakyat diberikan pilihan dengan gambaran yang kita propagandakan glorifikasikan seperti ini," tuturnya.
"Akhirnya mereka akan berfikir memilih berangkat secara resmi kemudian diberlakukan dengan hormat oleh negara seperti ini jadi pilihan terbaik oleh mereka. Ini kolaborasi dengan BUMN," timpalnya.
Benny berujar bahwa sudah ada 57 ribuloekerja migran yang diberangkatkan pihaknya dalam kurun waktu enam bulan belakangan ini.
"Sudah ada 57 ribu (pekerja migran) dalam enam bulan. Ini tahun penempatan akhir Juni kita ada acara besar 10 ribu PMI akan hadir di Istora Senayan," bebernya.
Terakhir, Benny berujar hanya ada 72 ribu PMI yang berangkat pada masa Pandemi Covid-19.
"Kalau kemarin kan karena pandemi ada 72 ribu. Sekarang minimal mencapai 100 ribu sudah baik, sampai hari ini 58 ribu," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Menteri-BUMN-Erick-Thohir-dan-Kepala-BP2MI-Benny-Rhamdani.jpg)