Garuda International Cup 2 Siap Digelar di ATG Sentul, 5 Negara Ambil Bagian

Garuda International Cup 2 siap digelar di ASIOP Training Ground (ATG), Sentul, pada 30 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

Tayang:
Editor: Wahyu Septiana
Dokumentasi ASIOP
Suasana peresmian ASIOP Traning Ground (ATG) di Royal Sentul Park, Kabupaten Bogor - Garuda International Cup 2 siap digelar di ASIOP Training Ground (ATG), Sentul, pada 30 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Garuda International Cup 2 siap digelar di ASIOP Training Ground (ATG), Sentul, pada 30 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

Turnamen ini dipastikan berlangsung seru karena diikuti lima negara.

Garuda International Cup merupakan kelanjutan turnamen yang pernah digelar di Bandung pada 2015.

Tapi turnamen edisi kali ini sangat spesial karena akan diikuti lima negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Turnamen ini digelar untuk dua kelompok usia yaitu U-12 dan U-17.

Ketua Panitia GIC 2, Runie Virgiani, mengatakan turnamen ini digelar untuk memberikan kesempatan anak-anak dari seluruh Indonesia untuk bisa merasakan atmosfer turnamen internasional.

“Pertama ini turnamen kedua yang pernah kami gelar setelah di Bandung pada 2015. Pada turnamen sekarang ini kami mau memberikan kesempatan kepada pesepak bola muda, tidak hanya dari Jakarta saja tapi dari seluruh Indonesia, untuk bisa merasakan atmosfer turnamen internasional,” ucap Runie dalam keterangan persnya, Kamis (9/6/2022).

Garuda International Cup 2 siap digelar di ASIOP Training Ground (ATG), Sentul, pada 30 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang. Turnamen ini dipastikan berlangsung seru karena diikuti lima negara.
Garuda International Cup 2 siap digelar di ASIOP Training Ground (ATG), Sentul, pada 30 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang. Turnamen ini dipastikan berlangsung seru karena diikuti lima negara. (Dok Asiop Apacinti)

“Makanya pesertanya kami undang lebih banyak dari luar negeri. Karena sebelumnya, seperti kita ketahui banyak akademi di Indonesia yang mengirimkan tim mereka ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia, bahkan ke Eropa untuk sekadar mencari pengalaman internasional. Sekarang kami balik tujuannya agar mereka merasakan atmosfer bertanding di level internasional tapi di Indonesia,” ucap Runie menambahkan.

Runie juga mengatakan turnamen ini digelar sebagai ajang pembuktikan jika Indonesia mampu menggelar turnamen sepak bola usia muda bertaraf internasional.

Baca juga: Juara Piala Soeratin U-15, ASIOP Berangkat ke Eropa Ikuti Piala Dunia Usia Muda

“Kami mau membuktikan bahwa Indonesia juga bisa dan mampu membuat turnamen internasional yang berkualitas yang banyak dilakukan seperti di luar negeri. Sebut saja seperti Singa Cup, JSSL, ANZA Cup, Gothia Cup, atau Iber Cup di luar negeri,” ucap Runie.

“Kami mau seperti itu tentunya dengan mengangkat ikon kita yaitu Garuda Cup. Jadi ini gelaran kedua kami, tapi tahun ini luar biasa karena sebelumnya hanya diikuti tiga negara di Bandung, sekarang diikuti lima negara. Harapannya tahun depan terus bertambah menjadi banyak negara lagi,” kata Runie.

Pada GIC season pertama yang digelar di Bandung 2015 lalu turnamen ini hanya diikuti tim-tim akademi yang berasal dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Waktu di Bandung ada Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sekarang ada Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Harapannya tahun depan kita bukan hanya mengundang tim dari Asia Tenggara saja, tapi juga dari Asia, bahkan Eropa dan Amerika,” ucap Runie.

ASIOP sukses menjadi juara nasional Piala Soeratin U-15 musim 2022 usai mengalahkan PSSA Asahan di laga final.
ASIOP sukses menjadi juara nasional Piala Soeratin U-15 musim 2022 usai mengalahkan PSSA Asahan di laga final. (Dok ASIOP)

“Dan tahun ini kami sudah dapat konfirmasi dari Akademi Brooklyn United Amerika Serikat bahwa tahun depan mereka mengkonfirmasi akan ikut di GIC. Tahun ini mereka tidak bisa ikut karena persiapan sangat mepet. Jadi Garuda International Cup 3 tahun depan akan hadir Brooklyn United Amerika Serikat,” ucap Runie menambahkan.

Turnamen GIC 2 2022 akan diikuti total 32 tim yang terbagi 16 tim untuk U-12 dan 16 tim untuk U-17. Turnamen ini  diharapkan bisa memberikan pengalaman berharga bagi para pemain, khususnya pemain dari Indonesia.

“Untuk tim dalam negeri kami mengundangnya secara nasional, maksudnya bukan hanya Jabodetabek. Tapi kami undang dari seluruh Indonesia seperti ada dari Sulut United yang sudah konfirmasi hadir. Ada tim Liga 1 PSIS juga ikut, dari ASIFA Malang, dari Safin Pati, jadi kami undang seluruh Indonesia untuk hadir. Jadi dari segi kualitas kompetisi sangat bagus karena akan diikuti perwakilan dari berbagai daerah dan tim luar negeri,” ucap Runie.

“Kami berharap pada suatu saat nanti saat pemain-pemain muda ini memperkuat timnas. Apakah itu timnas usia muda atau timnas senior, mereka sudah terbiasa melihat karakter, gaya, dan cara bermain negara-negara lain sehingga dia tidak ada lagi perasaan grogi atau minder melawan pemain luar negeri. Dia sudah terbiasa,” kata Runie menambahkan.

Di samping itu Runie berharap turnamen GIC 2 bisa membangkitkan kembali energi dan gairah sepak bola Indonesia pasca hampir tiga tahun dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Wajah Baru ASIOP, Punya Jersey Baru dengan 10 Sponsor Melekat di Seragam Tempur

“Setelah tiga tahun masa pandemi. Sekarang ini dua tahun lebih pandemi kita ngumpet dan ini memasuki tahun ketiga, makanya Garuda International Cup 2 punya tagline yang menarik “The Season Is Coming, Lets Have Fun”.

Artinya ini saatnya kita bangkit untuk sepak bola Indonesia kembali bergairah dan siap untuk kembali ke normal,” kata Runie.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved