Cerita Kriminal

Aniaya Teman Satu Kost Gegara Catut Nama Pinjol, Tersangka Langsung Peluk Korban usai Dibebaskan

Namun, permasalahan muncul ketika korban menggunakan nama tersangka saat melakukan pinjaman online (pinjol) dengan nominal sekitar Rp 15 juta.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Tersangka Herlambang memeluk teman satu kost sekaligus korban penganiayaan dirinya usai dibebaskan melalui mekanisme restorative justice di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jagakarsa, Jaksel, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan kembali menerapkan mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif dalam penanganan penyelesaian perkara.

Kali ini, tersangka kasus penganiayaan bernama Herlambang dibebaskan lewat mekanisme restorative justice.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nurcahyo Jungkung Madyo mengatakan, pihaknya telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) dalam kasus penganiayaan tersebut.

"Pada hari ini, Jumat 10 Juni 2022, Kejaksaan Jakarta Selatan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atau SKP2 atas nama Herlambang bin Hermansyah," kata Nurcahyo saat jumpa pers di Kantor Kejari Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Pemuda Penabrak Polisi saat Lerai Pengeroyokan di Depan Masjid Al-Azhar Tertangkap, Ini Tampangnya

Nurcahyo membeberkan beberapa pertimbangan pihaknya mengambil langkah restorative justice terhadap tersangka Herlambang.

Salah satunya, jelas Nurcahyo, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Yang kedua terkait ancaman pidana terhadap sangkaan pasal ini, yaitu 2 tahun 8 bulan, sehingga tidak lebih dari 5 tahun. Terus ketiga sudah ada perdamaian antara tersangka dan korban yang diketahui oleh ketua lingkungan setempat, yang dilaksanakan pada 31 Mei 2022," terang dia.

"Setelah melalui proses administrasi, salah satunya sudah mendapat persetujuan melalui forum ekspose dengan jampidum Kejagung RI, maka telah disetujui bahwa penanganan penyelesaian perkara ini dilakukan melalui restorative justice sebagaimana diatur dalam Peraturan Kejaksaan nomor 15 tahun 2020," tambahnya.

Jaksa melepas rompi tahanan dari tersangka penganiayaan gagara catut nama teman untuk pinjaman online, di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jagakarsa, Jaksel, Jumat (10/6/2022). Herlambang dibebaskan Kejari Jaksel melalui mekanisme restorative justice.
Jaksa melepas rompi tahanan dari tersangka penganiayaan gagara catut nama teman untuk pinjaman online, di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jagakarsa, Jaksel, Jumat (10/6/2022). Herlambang dibebaskan Kejari Jaksel melalui mekanisme restorative justice. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jakarta Selatan Denny Wicaksono menjelaskan, mulanya tersangka Herlambang dan korban bernama Normansyah merupakan teman baik.

Keduanya, tinggal bersama dalam satu rumah kost di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Namun, permasalahan muncul ketika korban menggunakan nama tersangka saat melakukan pinjaman online (pinjol) dengan nominal sekitar Rp 15 juta.

"Pada saat jatuh tempo, ditagih-tagih, korban tidak bisa melakukan pembayaran sehingga tersangka ini gelap mata," ujar Denny.

Baca juga: Pria yang Lapor Polisi Gara-gara Ketipu Beli Ganja Dapat Rumput Dibebaskan Polisi: Begini Alasannya

Tersangka Herlambang, sambung Denny, melakukan penganiayaan di dalam kamar indekosa hingga mengakibatkan korban terluka.

"Tersangka menendang mengenai kepala belakang dan memukul ke arah wajah korban mengenai mata kiri, pipi kiri, dan jidadnya," kata dia.

Setelah bebas lewat mekanisme restorative justice ini, tersangka mengaku telah mengikhlaskan uang Rp 15 juta yang sempat dipinjam korban.

"Saya coba ikhlaskan, dan Insya Allah rezeki masih ada," ucap Herlambang.

Setelah menerima surat keputusan Kejari Jaksel dan rompi tahanan dilepaskan, Herlambang lantas menghampiri dan memeluk korban yang sebelumnya telah diundang. 
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved