Tak Perlu Repot Legalisir, Kini Ada Ijazah Digital dengan Tanda Tangan Bersertifikat

Dengan adanya ijazah dan transkip nilai digital ini, alumni tidak perlu lagi melakukan legalisir ijazah menggunakan cap basah.

Kompas.com
Ilustrasi wisuda 

TRIBUNJAKARTA.COM - Satu per satu perguruan tinggi di Indonesia menerapkan kebijakan penggunaan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat (digital signature) dan transkrip nilai
berbasis digital.

Hal ini bagian dari pemenuhan standar pendidikan tinggi secara sistemik dan berkelanjutan
disertai perkembangan teknologi digital dalam revolusi industri 4.0, khususnya untuk
legalitas dokumen pada jenjang perguruan tinggi.

Penggunaan ijazah digital juga berpedoman pada Pasal 1 angka 9 dan angka 10 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal itu mengatur ijazah dan dokumen kelulusan elektronik adalah sertifikat elektronik resmi karena diberikan dan diaudit oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.

Pentingnya transformasi digital yang saling terkoneksi di Indonesia juga didukung Peraturan Presiden Nomor 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Baca juga: Kenalkan Konsep Digital Nomad, Anies Ajak Masyarakat Work From Anywhere dari Kepulauan Seribu

Terkini, Universitas Bina Darma (UBD) ikut melakukan transformasi digital dengan melakukan transisi ijazah dan transkrip nilai menjadi bentuk digital, dengan menggandeng PT Digital Prima Sejahtera selaku pengembang platform DIMENSY untuk produk keamanan digital yang meliputi tanda tangan digital, stempel digital, dan e-meterai berbasis one stop & integrated services.

Seluruh ijazah dan transkrip nilai digital yang diterbitkan Universitas Bina Darma diamankan
secara kriptografi. Hal itu menjamin isi dan keabsahan bahwa dokumen tersebut tidak dapat diubah
dan telah tersertifikasi.

Ijazah dan transkrip nilai dalam format digital akan dibubuhi tanda tangan digital rektor dan dekan UBD yang dapat diverifikasi keabsahannya melalui aplikasi pemindaian. Selain itu, Ijazah dan transkrip nilai digital memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik.

Dengan adanya ijazah dan transkip nilai digital ini, alumni tidak perlu lagi melakukan legalisir ijazah menggunakan cap basah.

Sebab, kedua dokumen tersebut telah dilengkapi dengan fitur autentikasi dokumen yang dapat dilakukan secara daring.

“Kami sangat mendukung upaya digitalisasi yang dilakukan oleh Universitas Bina Darma pada
kesempatan wisuda tahun ini. Karena dengan tanda tangan digital, keabsahan ijazah dan
transkrip dapat diperiksa langsung oleh pihak yang berkepentingan, contohnya ketika alumni
melamar kerja ke sebuah instansi, sehingga dapat dilakukan pengecekan tanpa proses yang lama
dan tentunya lebih aman dari praktek pemalsuan ijazah.” ujar Direktur Utama PT Digital Prima Sejahtera, Adios Purnama, sebagaimana keterangan persnya, Jumat (10/6/2022). 

Baca juga: Mobil Listrik Tanpa Awak Pertama di Indonesia Mengaspal di Kabupaten Tangerang

Sementara itu, rektor UBD, Sunda Ariana meyakinkan ijazah dan transkrip nilai digital memiliki kekuatan secara hukum dan aman dari pemalsuan maupun pengubahan.

Dengan demikian, para alumnus perguruan tinggi yang mendapat kedua dokumen digital itu tidak perlu khawatir dengan diterapkannya kebijakan baru ini.

"Jika ada pihak yang ragu, maka dapat menghubungi rektorat Universitas Bina Darma atau melakukan verifikasi dan autentikasi dokumen secara daring,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved