Cerita Kriminal

Wahyu Si Aktor Sandiwara Tabrak Lari Tenggelam di Kalimalang Ternyata Rugi Investasi Koin Digital 

Wahyu Suhada (35), aktor utama sandiwara tabrak lari tenggelam di Kalimalang Bekasi ternyata mengalami kerugian investasi koin digital. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kapolsek Cikarang Pusat Awang Parikesit (kiri) bersama Wahyu Suhada (tengh) di Mapolsek Cikarang Pusat, Jumat (10/6/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG PUSAT - Wahyu Suhada (35), aktor utama sandiwara tabrak lari tenggelam di Kalimalang Bekasi ternyata mengalami kerugian investasi koin digital

Hal ini yang menjadi alasan tersangka, menginisiasi aksi nekat pura-pura meninggal dunia agar dapat mencairkan klaim asuransi.

Kapolsek Cikarang Pusat AKP Awang Parikesit mengatakan, Wahyu mengalami kerugian akibat investasi koin digital sebesar Rp2,8 miliar. 

"Mereka nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak mengalami kerugian sebanyak Rp2,8 Miliar karena dia mengikuti aplikasi koin digital EDCCash," kata Awang, Jumat (10/6/2022). 

EDCCash merupakan investasi koin digital yang tersandung kasus hukum.

Baca juga: Akhir Sandiwara Wahyu Cs, Sempat Ngaku Hilang Tenggelam Demi Uang Rp3 Miliar, Kini Meringkuk di Bui

Pemerintah telah memblokir aplikasi tersebut hingga sejumlah membernya merugi. 

Investasi koin digital ini sudah ditekuni Wahyu sejak beberapa tahun terakhir.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion saat menggelar publikasi kasus laporan palsu laka lantas di Kalimalang Cikarang, Senin (6/6/2022).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion saat menggelar publikasi kasus laporan palsu laka lantas di Kalimalang Cikarang, Senin (6/6/2022). (ISTIMEWA)

Awang menambahkan, Wahyu sempat melakukan pelarian setelah kasusnya terbongkar.

Dia berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. 

Beberapa tempat disambangi diantaranya, rumah kakak ipar di daerah Karawang, Bogor daerah Ciomas dan Laladon, serta di sebuah hotel daerah Depok. 

"Setelah kejadian tersangka melarikan diri berpindah-pindah tempat, ada di Bogor, kadang tidur di mushola, tidur di pemancingan dan sempat ke Karawang juga," terangnya. 

Kronologi  

Sebelumnya diberitakan, sekelompok pria nekat merekayasa kecelakaan demi mendapatkan klaim asuransi, kebohongan tersebut sempat dilaporkan ke polisi hingga muncul kecurigaan. 

Baca juga: Dua Penyebab Jenazah Eril Tetap Utuh Meski 14 Hari Tenggelam di Dasar Sungai Aare, Apa Saja?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved