Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 di Jakarta Kembali Melonjak hingga Tembus 2.000, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Kondisi ini pun diperparah dengan semakin menurunnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pantauan pergerakan penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah mendekati normal sebelum pandemi Covid-19, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kasus aktif Covid-19 di Jakarta belakangan kembali melonjak hingga tembus angka 2 ribu kasus. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia menjelaskan sejumlah penyebabnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat saat ini kasus aktif Covid-19 berada di angka 2.214. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 orang menjalani isolasi mandiri dan 214 lainnya di rawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Dwi Oktavia mengatakan, ada beberapa faktor yang jadi penyebab kasus Covid-19 melonjak lagi di Jakarta.

Salah satunya karena tingginya mobilitas warga setelah pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seiring melandaikan kasus Covid-19 beberapa bulan terakhir. 

"Ini multi faktor ya, mulai dari orang sudah banyak yang melakukan mobilitas, melonggarkan disiplin prokes," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Warga Jakarta Perlu Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di DKI Tembus 2.000, Prokes Wajib Dijalankan

Kondisi ini pun diperparah dengan semakin menurunnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona, khususnya penggunaan masker.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menilai, masyarakat kini seolah menganggap Covid-19 sudah tak ada lagi.

"Yang dibolehkan adalah tidak pakai masker di tempat terbuka yang tidak berkerumun," ujarnya.

"Tapi, tanpa disadari, saat di dalam ruangan pun mulai banyak orang sering membuka masker," sambungnya.

Faktor yang lain mempengaruhi lonjakan ini ialah kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Data Dinkes DKI, capaian vaksin booster di ibu kota baru mencapai 3,9 juta.

Padahal, tecatat ada 10,7 juta orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

"Tingkat kekebalan atau antibodi sudah mulai menurun pada orang yang sudah vaksin lengkap tapi menunda booster," kata dia.

Baca juga: Simak Persyaratan Penjualan Hewan Kurban Di Tengah Wabah PMK, Termasuk Tersedia Kandang Karantina

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat yang belum divaksin booster untuk segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi.

Selain itu, Dwi juga mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 masih mengintah dan kini mulai mengalami lonjakan kembali.

"Jadi, perlu sama-sama diingatkan terus agar menyadari bahwa Covid-19 masih ada dan tetap patuhi prokes," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved