Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Kota Bekasi Siap Jika Kebijakan PPKM Dihapus, Plt Wali Kota Pastikan Kasus Covid-19 Terus Menurun

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMM) Covid-19 dihapus. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com
Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jumat (10/6/2022) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMM) Covid-19 dihapus.  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMM) Covid-19 dihapus. 

Hal ini disampaikan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Dia mengatakan, kasus Covid-19 di wilayahnya sejauh ini telah menurun drastis.

"Kalau dihapus secara faktual kita sudah siap, karena sejauh ini rumah sakit sudah kecil BOR-nya (bed occupancy rate), kemudian yang terkonfirmasi juga kecil yang dirawat," kata Tri, Senin (13/6/2022). 

Pihaknya sejauh ini tinggal menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, PPKM masih berlaku sejak diperpanjang 7 Juni hingga 4 Juli 2022 mendatang. 

Baca juga: Jasad Eril Ditemukan, Plt Wali Kota Bekasi: Ini Berkat Doa Masyarakat

Dalam kebijakan PPKM terbaru, Kota Bekasi masuk ke level 1.

Tri memastikan, pihaknya menjalankan apapun kebijakan pemerintah pusat termasuk rencana penghapusan PPKM

"Artinya dengan segala apapun dari ketentuan pemerintah pusat ya kita siapkan saja, ya kita antisipasi lah," tegas dia.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai memimpin apel gabungan pegawai Pemkot di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (9/5/2022).
Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai memimpin apel gabungan pegawai Pemkot di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (9/5/2022). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Perkampungan kasus Covid-19 di Kota Bekasi berdasarkan data terbaru kasus kumulatif sebanyak 163.902 kasus per 11 Juni 2022. 

Dari jumlah kumulatif tersebut, 162.589 diantaranya sembuh, 20 kasus tercatat sebagai pasien baru dan 140 kasus aktif. 

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuka peluang dihapusnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia. 

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Syafrizal ZA mengatakan pemerintah bakal mengamati dan mengevaluasi terkait perkembangan kasus harian Covid-19 setiap pekan.

Baca juga: Petinggi Khilafatul Muslimin di Bekasi Dicokok Polisi Saat Sedang Jualan Mie Ayam

Pengamatan itu akan dilakukan selama kurang lebih satu bulan untuk selanjutnya apakah bisa ditentukan sebagai endemi atau tidak. 

“Jadi misalnya minggu depan juga akan dievaluasi, kalau kondisinya masih sama, nanti dievaluasi minggu berikutnya sampai dengan satu bulan,” kata Syafrizal ZA di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2022). 

“Tapi minggu depan jika hasil evaluasi menentukan PPKM itu akan dihentikan,” ujarnya menambahkan. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved