Pemprov Tutup Tebet Eco Park usai Muncul Masalah PKL dan Parkir Liar, Dinas Pertamanan Jelaskan Ini

Sebelum ditutup sementara, warga sempat mengeluhkan munculnya pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar Taman Tebet Eco Park.

Instagram @tamanhutandki
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Huta Kota DKI Jakarta menutup sementara Tebet Eco Park, Jakarta Selatan. 

"Dilarang parkir di badan jalan dan di atas trotoar. Terhadap pelanggaran parkir akan dilakukan penindakan berupa penderekan atau pengempisan ban kendaraan," demikian bunyi tulisan di spanduk tersebut.

Trotoar Sekitar Tebet Eco Park Direvitalisasi

Terlepas dari adanya masalah PKL dan parkir liar, sebelumnya Camat Tebet Dyan Airlangga telah menyampaikan tentang revitalisasi trotoar dilakukan di lima ruas jalan, termasuk di kawasan Tebet Eco Park.

Menurutnya, revitalisasi trotoar di Tebet Eco Park merupakan salah satu upaya untuk menunjang kenyamanan pengunjung di kawasan tersebut.

"Penataan kawasan Tebet Eco park, untuk sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya adalah trotoar yang memadai, baik dari fungsi lalu estetika kemudian dari fisik," kata Dyan saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Melongok Sirkuit Formula E Ancol usai Balapan: Pagar Pembatas Masih Terpasang, Atap Tribun Dicopot

Dyan mengaku tidak mengetahui detail terkait panjang trotoar yang direvitalisasi di dekat Tebet Eco Park.

Sebab, ia menuturkan, data terperinci mengenail hal itu berada di Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Selatan.

"Saat ini proses sedang pengerjaan, ada yang proses ngecor, ada yang proses bongkar trotoar lama," jelas dia.

Dyan menjelaskan, revitalisasi trotoar di kawasan Tebet sudah dimulai sejak Mei 2022 dan ditargetkan rampung bulan depan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved