Transjakarta Targetkan Cakupan Layanan Transportasi Umum di DKI Capai 95 Persen

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan, tahun ini cakupan layanan transportasi umum di ibu kota capai 95 persen.

Tribunnews/Jeprima
Bus listrik TransJakarta melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudiman, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan, tahun ini cakupan layanan transportasi umum di ibu kota mencapai 95 persen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan, tahun ini cakupan layanan transportasi umum di ibu kota mencapai 95 persen.

Target ini meningkat dari tahun lalu yang baru sebesar 86 persen.

"Tahun ini kami ditargetkan naik 95 persen. Artinya, hanya 5 persen masyarakat yang tidak mendapat akses transportasi," ucap Dirut PT Transjakarta Yana Aditya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022).

Untuk mewujudkan target tersebut, Transjakarta menggandeng pihak lain untuk berkolaborasi.

Teranyar, perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) diteken Transjakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Mayasari Bakti Luncurkan 30 Bus Listrik Transjakarta, Ramah Disabilitas dan Minim Risiko Korsleting

"Semua pekerjaan tidak bisa dikerjakan sendiri, harus bida dikolaborasikan, dikerjasamakan, gotong royong sehingga apa yang jadi target kita benar-benar bisa terlaksana," ujarnya.

Adapun kerja sama Transjakarta dengan PT KAI ini meliputi tiga hal, yaitu peningkatan sistem integrasi antarmoda, pengembangan usaha transportasi terpadu, dan pengembanyan kawasan beriorientasi transit.

"Tiga hal ini jadi landasan kami sehingga MoU bisa berguna bagi masyarakat luas," kata anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

Baca juga: Komisi B DPRD DKI Setujui Tarif Integrasi Transjakarta, MRT, LRT: Simak 4 Rekomendasi yang Diberikan

Sementara itu, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kerja sama ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan bagi para penumpang kereta.

Terlebih, KRL dan Transjakarta selama ini menjadi moda transportasi andalan tak hanya bagi war Jakarta, tapi juga wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Dobetabek).

"Keberadaan Transjakarta cukup membantu penumpang KRL. Kami akab menjajaki semua kenungkinan yang berpotensi memberikan peningkatan pelayanan bagi seluruh pengguna transportasi publik," tuturnya.

"Tidak hanya warga di sekitar Jakarta saja, tapi juga bisa dirasakan juga oleh masyarakat di daerah penyangga lainnya," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved