Kerajaan Inggris Siap Kucurkan Rp22 Triliun ke Pemprov DKI untuk Pengembangan MRT & Peremajaan Kota

Kerajaan Inggris siap mengucurkan dana 1,25 miliar poundsterling atau setara Rp22,3 triliun (asumsi 1 pounds setara Rp17.908,82) kepada Pemprov DKI.

Dok MRT Jakarta
Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar (tengah) bersama perwakilan Kerajaan Inggris. Kerajaan Inggris siap mengucurkan dana 1,25 miliar poundsterling atau setara Rp22,3 triliun (asumsi 1 pounds setara Rp17.908,82) kepada Pemprov DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kerajaan Inggris siap mengucurkan dana 1,25 miliar poundsterling atau setara Rp22,3 triliun (asumsi 1 pounds setara Rp17.908,82) kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dana pinjaman itu nantinya akan digunakan untuk pengembangan jaringan MRT dan peremajaan Kota Jakarta.

Dukungan ini disampaikan oleh UK Prime Minister’s Trade Envoy to the Asean EC, Indonesia, Malaysia, dan the Philippines Richard Graham MP dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pusat PT MRT Jakarta (Perseroda) di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat pada Senin (13/6/2022) lalu.

"Dengan senang hati saya mengonfirmasikan Expression of Interest atau penyampaian minat dari UK Export Finance terkait pemberian pinjaman ekspor senilai 1,25 miliar poundsterling untuk pengembangan koridor MRT Jakarta serta pengembangan proyek urban regeneration di Jakarta," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJakarta.com, Rabu (16/6/2022).

"Proyek ini akan membantu mengubah gaya masyarakat kota Jakarta," sambungnya.

Baca juga: Mulai Hari Ini, MRT Jakarta Beroperasi hingga 23.00 WIB, Penumpang Tetap Wajib Pakai Masker

Sementara itu, Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, kunjungan perwakilan Kerajaan Inggris ini merupakan pertemuan lanjutan dari kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Inggris pada Mei 2022 lalu.

Saat itu, pemerintah Inggris mengaku siap mendukung pengembangan koridor MRT Jakarta.

Dalam pertemuan ini, MRT Jakarta juga meneken nota kesepahaman dengan Crossrail International.

Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.
Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Kerja sama ini terkait peningkatan kapasitas termasuk struktur organisasi dan alternatif skema pendanaan untuk pengembangan jalur MRT Jakarta," ujarnya.

"Kemudian soal strategi perencanaan dan penyampaian untuk fase lanjutan, serta strategi pembangunan koridor ekonomi, sosial, hijau berkelanjutan sepanjang jalur MRT Jakarta," sambungnya. 

Untuk menindaklanjuti kunjungan perwakilan Kerajaan Inggris ini, MRT akan mengirimkan surat penyampaian minat dari pemerintah Inggris ini kepada pemerintah pusat dan Pemprov DKI sebagai pengampu kebijakan proyek pengembangan MRT Jakarta. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved