Obat PMK Terbatas, DKP3 Kota Depok Imbau Peternak Beri Hewan Ternak Obat Tradisional
Obat PMK di Kota Depok Terbatas, peternak sampai diminta untuk memberikan obat tradisional.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Widyati Riyandani, mengatakan bahwa pihaknya kekurangan obat untuk menangani hewan ternah yang positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).
Bahkan, Widyati menjelaskan, pasolan obat yang diterima pihaknya sangat terbatas meskipun anggarannya ada.
"Jadi kan kita obat juga terbatas, kita cuma mengobati yangtertentu saja dari skala ekonominya si peternak memang tidak memungkinkan," ungkap Widya kepada TribunJakarta, Senin (20/6/2022).
"Obat (untuk hewan ternak terjangkit PMK) itu sekarang susah, ada anggaran tapi obatnya susah," sambungnya lagi.
Widyawati menuturkan, pihaknya sudah mengajukan permintaan obat PMK ini. Namun ketika datang, obat yang diterima hanya separuh dari jumlah yang diajukan pihaknya.
Baca juga: 71 Hewan Ternak di Depok Dalam Pengobatan PMK, 3 Di Antaranya Mati
"Kemarin kita pengadaan obat hanya dapat separuh, karena PMK nya kan sudah nasional ya skalanya," tuturnya.
Oleh sebab itu, Widya menjelaskan pihaknya mengimbau kepada para pemilik hewan ternak untuk memberi obat-obatan tradisional kepada ternaknya agar daya tahan tubuhnya kuat.
"Karena itu kita mengedukasi masyrakat dengan obat-obatan tradisional seperti jamu-jakuan herbal, untuk menambah daya tahan tubuh sapi yang sakit," imbuhnya.
"Kemudian desinfektasi kandang, makan ternak yang cukup, kalau punya obat ya alhamdulillah biar daya tahan tubuhnya kuat," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sejumlah-hewan-ternak-di-kota-depok.jpg)