Tempuh Jonggol ke Condet Demi Booster, Kisah Subadri Gagal Vaksin karena Salah Data PeduliLindungi

Niat Subadri Arifqi (37) mendapat vaksinasi Covid-19 booster di gerai vaksin Polsek Kramat Jati pada Senin (20/6/2022) kandas. Ini ceritanya.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Subadri Arifqi (37) saat menanyakan masalah data aplikasi PeduliLindungi ke Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini, Senin (20/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Niat Subadri Arifqi (37) mendapat vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau booster di gerai vaksin Polsek Kramat Jati pada Senin (20/6/2022) kandas.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 23 kilometer dari rumahnya di Jonggol, Jawa Barat ke Condet, Kramat Jati dia harus pasrah tidak bisa mendapat vaksinasi Covid-19 booster.

Subadri mengatakan tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena saat dilakukan screening melalui aplikasi PeduliLindungi data dirinya justru dinyatakan sudah divaksin booster.

"Ketika didata nama identitas saya sudah divaksin dengan jenis vaksin Covovax-Novavax pada 28 Maret 2022. Di data PeduliLindungi tervaksin di Polres Bogor," kata Subadri, Senin (20/6/2022).

Padahal Subadri yakin sebelumnya belum pernah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis tiga, sehingga hari ini rela menempuh perjalanan ke Condet demi mendapat vaksinasi.

Baca juga: CFD Kota Bekasi: Pedagang Dilarang Jualan Hingga Ada Gerai Vaksi Booster

Nahas lantaran pada aplikasi PeduliLindungi namanya dinyatakan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 booster, oleh petugas gerai vaksin Polsek Kramat Jati dia dinyatakan tidak bisa divaksin.

"Saya pikir ini sangat memalukan ya, bobrok pendataannya. Walaupun nama saya sendiri yang sudah divaksin tapi saya kecewa. Kalau kesehatan bermasalah karena belum vaksin bagaimana," ujarnya.

Subadri Arifqi (37) saat menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis tiga di PeduliLindungi yang tidak pernah dijalaninya, Jakarta Timur, Senin (20/6/2022).
Subadri Arifqi (37) saat menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis tiga di PeduliLindungi yang tidak pernah dijalaninya, Jakarta Timur, Senin (20/6/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Subadri sudah berupaya menanyakan solusi masalah kepada petugas gerai vaksinasi Covid-19 dan Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini terkait masalah data yang dialami.

Oleh Tuti dia disarankan agar melaporkan kasus ke Dinas Kesehatan Bogor untuk ditindaklanjuti masalah pendataan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis boosternya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Diklaim Turun Usai Lebaran, Dinkes DKI: Berkat Vaksin Booster

"Saya duga ini ada manipulasi data, ada yang memakai data saya. Padahal vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh warga. Tapi kok data masih bisa dimanipulasi," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved