Selain Covid-19, Kasus DBD di Kota Tangerang Juga Melonjak Dibandingkan Dengan 2021

Beriringan dengan kasus covid-19 yang kembali melonjak, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang juga mengalami peningkatan.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
freepik
Ilustrasi virus corona varian Omicron asal Afrika Selatan dan disebut tidak bisa dilawan vaksin virus corona saat ini 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Beriringan dengan kasus covid-19 yang kembali melonjak, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang juga mengalami peningkatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mencatat adanya kenaikan jumlah kasus DBD pada tahun ini bila dibandingkan dengan tahun 2022.

Dari catatan yang diterima TribunJakarta.com, DBD sepanjang 2021 ada 224 kasus.

Sedangkan 2022 samlai Juni ini kasus DBD di Kota Tangerang sudah diangka 331 kasus dengan angka kematian nol.

"Ini penyakit yang selalu datang disetiap tahunnya dan seluruh masyarakat sudah ketahui itu. Namun, kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang harus ditingkatkan," jelas Dini kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Sepanjang Januari-Mei 2022, DBD di Jakarta Selatan Mencapai 727 Kasus

Pasalnya, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yakni genangan air di sekitar permukiman.

Seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastic, gelas bekas air mineral hingga pakaian menggantung.

Ia pun menjelaskan, Dinkes telah menyurati Camat, Lurah hingga Sekolah di seluruh Kota Tangerang, untuk sama-sama waspada dan memperhatikan peningkatan kasus DBD ini.

Ditujukan, untuk meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

"Saat ini, yang sedang digencarkan ialah pengecekan hingga sektor perkantoran. Karena potensi kena DBD dimana saja, bisa di rumah, sekolah maupun kantor," kata Dini.

Ia pun mengimbau, seluruh masyarakat tanpa terkecuali untuk lebih peduli dengan kasus DBD ini, dengan melakukan sederet pencegahannya.

Mulai dari menguras bak mandi seminggu sekali, bersihkan seluruh penampungan air lainnya seperti wadah pot, pasang kasa atau kelambu nyamuk, jangan menumpuk atau menggantung baju, gunakan lotion anti nyamuk, pangkas dan bersihkan tanaman liar di perkarangan rumah.

"Bisa juga dengan menghias rumah menggunakan tanaman anti nyamuk alami. Tapi terpenting, adalah selalu menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga dan makan makanan sehat dan bergizi," imbaunya.

Ciri-ciri DBD adalah mendadak panas tinggi lebih dari dua hari, tampak bitnik-bintik merah pada kulit, mimisan, muntah, nyeri di ulu hati, hingga tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.

"Tindakan yang bisa diberikan ialah memberikan minum yang banyak, kompres dengan air hangat, beri obat penurun panas, dan segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika terjadi kondisi yang lebih parah," pungkas Dini. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved