Polemik Pergantian Nama Jalan di Jakarta

Budayawan Betawi Minta Para Lurah Sosialisasikan Nama Jalan yang Baru Diganti Anies Baswedan

Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyoroti pergantian nama jalan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seiring Jakarta Hajatan.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pelang Jalan H. Bokir bin Dji'un yang menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2022) dan Pelang Jalan Mpok Nori yang menggantikan nama Jalan Raya Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyoroti pergantian nama jalan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seiring Jakarta Hajatan.

Ridwan mengatakan, seharusnya para lurah di tempat-tempat yang mengalami pergantian nama jalan memiliki peran mensosialisasikan kepada warga.

Ridwan menuturkan, staf kelurahan baiknya menjelaskan kepada masyarakat apa maksud dari nama jalan yang baru.

"Saran saya ada upgrading untuk lurah-lurah, di mana jalan-jalan yang baru diajarkan kepada staf kelurahan agar mereka bisa menjelaskan kepada masyarakat," kata Ridwan saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (23/6/2022).

Pasalnya, pergantian nama jalan ini dianggap Ridwan sebagai sebuah social education alias pendidikan sosial.

Baca juga: Bukan Cuma Haji Bokir dan Mpok Nori, Ini Daftar 22 Jalan Jakarta yang Namanya Diubah Anies Baswedan

Terlebih ketika nama-nama jalan yang baru diambil dari tokoh-tokoh Betawi.

"Ini kan perubahan nama jalan dalam rangka social education. Katakan lah pendidikan ekstra sekolah, pendidikan, penjelasan," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui dinas terkait resmi mengganti 23 nama jalan, dua nama gedung, dan sejumlah zona hingga nama kampung dengan nama-nama tokoh Betawi, Senin (20/6/2022) lalu.

Pelang Jalan H. Bokir bin Dji'un yang menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2022)
Pelang Jalan H. Bokir bin Dji'un yang menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2022) Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyoroti pergantian nama jalan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seiring Jakarta Hajatan.(TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Berikut daftar pergantian nama jalan, gedung dan zona di Jakarta:

Nama jalan

1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)

2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)

3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved