Pentingnya Menghubungkan Talenta Keamanan Siber Indonesia dengan Kebutuhan Industri Masa Kini

Lulusan SMK dapat dididik untuk memenuhi kebutuhan talenta digital di Indonesia yang diadakan InfraDigital Foundation.

Istimewa
Talkshow Cybersecurity Talent 2022, 23 Juni 2022. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kondisi demografi di Indonesia  menurut Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan adanya peningkatan perkembangan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir. 

Namun di saat yang bersamaan, potensi dari peningkatan perkembangan ekonomi ini menurun seiring berjalannya waktu. 

Data dari Badan Pusat Statistik
(BPS) menunjukkan terdapat peningkatan tingkat pengangguran dari yang sebelumnya 6,93 juta jiwa di tahun 2020 menjadi 8,75 juta jiwa di tahun 2021.

Peningkatan yang signifikan ini
tidak lain disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang akhirnya menyebabkan
terhambatnya perkembangan ekonomi di Indonesia.

Dalam peningkatan yang terjadi, tingkat pengangguran pada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan lulusan lainnya.

Baca juga: Kanwil Kemenag Banten dan Infradigital Gelar Anugerah Inovasi Madrasah Digital Tahun 2022

Ketidakcocokan antara keahlian yang dimiliki lulusan SMK dengan permintaan industri merupakan masalah utamanya. 

Padahal, McKinsey mengestimasikan Indonesia bisa mendapatkan keuntungan 4
sampai 23 juta pekerja di tahun 2030 jika para pekerja ditargetkan untuk memiliki keahlian dan kompetensi pada teknologi digital yang sebenarnya dimiliki oleh lulusan SMK jurusan IT.

Baca juga: Gandeng Kementerian dan Industri IT, InfraDigital Gelar Closing Ceremony Cybersecurity Training 2021

Sebagai bentuk usaha untuk menutup celah antara lulusan SMK dengan kebutuhan industri, Mastercard Center for Inclusive Growth, yang merupakan bagian dari program Mastercard.

Country Manager Mastercard Indonesia Navin Jain mengaku bangga pihaknya bekerjasama dengan InfraDigital Foundation dalam mendidik anak-anak muda guna memenuhi kebutuhan talenta digital di Indonesia. 

"Bekerja sama dengan InfraDigital Foundation dan pemerintah untuk menciptakan talenta lokal, terutama di bidang keamanan siber, juga
merupakan komitmen global Mastercard untuk menjadikan 1 miliar orang dan 50 juta usaha kecil dan menengah bagian dari ekonomi digital pada tahun 2025," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).

Sedangkan Chairman IDF, Muhammad Rofi menuturkan program U-Connect ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk link match dengan industrynya
melalui job channeling cybersecurity, dengan kolaborasi yang baik antara quadra helix.

"Antara pemerintah, industri, media, NGO dan komunitas diharapkan bisa menyerap lulusan SMK atau mahasiswa yang unggul dan bisa meningkatkan taraf hidup di masyarakat secara inklusif," katanya.

Sementara itu, Plt Direktur Kemitraan dan
Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Saryadi
mengapresiasi upaya yang dilakukan Mastercard dan InfraDigital Foundation
untuk mendukung pengembangan SMK dalam menghasilkan talenta-talenta digital untuk masa depan yang lebih baik. 

"Kami juga berterima kasih untuk Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang secara terus menerus menunjukkan komitmen dan dedikasi untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi, khususnya SMK," katanya.

Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hary Budiarto menyatankan bagi lulusan training ini agar terus meningkatkan kompetensi, kemudian dirikanlah start-up sebanyak mungkin, sehingga menjadi inovator yang bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut Dirut Tempo.id Wahyu Dhyatmika,  isu keamanan siber cukup menjadi perhatian media seperti isu data breach, korban doxing
identitas pribadi, dan mengenai legislasi RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang menjadi salah satu kunci untuk menjamin cybersecurity ke depannya lebih baik. 

"Sehingga peluang untuk
para lulusan SMK yang memiliki kompetensi di Cybersecurity sangat luas karena trend industri digital ke depan akan sangat memerlukan talent Cybersecurity," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved