Breaking News:

Cerita Kriminal

Perampok Minimarket di 3 Provinsi Ditangkap, Kasir Sengaja Disiram Bensin Sambil Ditodong Senjata

Dua komplotan garong minimarket yang bermodus menyiram bensin dan menodong pistol ditangkap, ternyata pelaku sudah beraksi 20 kali di 3 provinsi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Dua pelaku perampokan minimarket berinisial BS dan AH saat dihadirkan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (24/6/2022). Dua komplotan garong minimarket yang bermodus menyiram bensin dan menodong pistol ditangkap, ternyata pelaku sudah beraksi 20 kali di 3 provinsi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dua komplotan garong minimarket yang bermodus menyiram bensin dan menodong pistol ke pegawai tidak hanya beraksi di wilayah Jakarta Timur saja.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono mengatakan kedua pelaku yang berinisial BS (44) dan AH (36) sudah melakukan perampokan di tiga Provinsi.

"Di TKP di kita (Jakarta Timur) ada enam, tetapi di seluruh wilayah kurang lebih ada 20," kata Budi di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (24/6/2022).

Kepada penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, BS dan AH mengaku sudah melakukan perampokan pada enam minimarket di wilayah Jakarta Timur.

Satu minimarket di wilayah Jakarta Selatan, empat minimarket di Kota Bekasi, dua di Kabupaten Bekasi, dua di Cileungsi Bogor Jawa Barat.

Baca juga: Polisi Tembak Dua Perampok Minimarket yang Kerap Siram Bensin dan Todongkan Pistol ke Pegawai

Kemudian dua minimarket di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dua di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan satu di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Modus yang pertama menyiram memakai pertalite atau bensin terhadap kasir. Yang satunya lagi menodong pakai air softgun," ujar Budi.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono saat memberi keterangan di Cipayung, Jumat (24/6/2022)
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono saat memberi keterangan di Cipayung, Jumat (24/6/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Penyiraman bensin kepada pegawai minimarket itu diikuti ancaman akan melakukan pembakaran bila korban tidak menyerahkan uang di kasir.

Budi menuturkan saat diamankan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur di kawasan Tegal, Jawa Tengah para pelaku pun melakukan aksinya di Kendal.

"Jadi alat alat yang digunakan itu, mulai dari botol plastik berisi pertalite kemudian dia memakai airsoft gun dan lainnya untuk alat bukti ada jaket Grab warna hijau," tuturnya.

Kemudian topi, tas gendong handphone dua botol berisi pertalite, selang dan lima pelat nomor sepeda motor yang digunakan ketika dua pelaku beraksi.

Lima pelat nomor kendaraan tersebut digunakan untuk mengelabui petugas ketika sepeda motor mereka gunakan terekam CCTV minimarket.

Baca juga: Kasus Kejahatan di Jaktim Bikin Geger: Emak-emak Korban Pelecehan, Preman Ngamuk & Garong Minimarket

"Untuk pasal kita kenakan 365 KUHP dan juga UU darurat Nomor 12 tahun 1951.

Dengan ancaman masing-masing 9 tahun dan 10 tahun penjara," lanjut Budi.

Jajaran Unit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur sendiri terpaksa menembak bagian kaki kiri kedua pelaku karena mereka melawan setelah ditangkap.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved