BP2MI Kembali Berangkatkan 375 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

BP2MI kembali memberangkatkan ratusan pekerja migran melalui skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan.

Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Pelepasan ratusan PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan, Senin (27/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan ratusan pekerja migran melalui skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengatakan, total ada 375 pekerja migran Indonesia (PMI) yang diberangkatkan hari ini, Senin (27/6/2022).

Acara pelepasan pun berlangsung meriah di Gedung Graha Insan Cita, Sukmajaya, Kota Depok, dan dihadiri juga oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansah Noor serta Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani.

Benny mengatakan, dari 375 PMI yang berangkat hari ini, 265 di antaranya bekerja di sektor manufaktur dan 110 sisanya bekerja di sektor perikanan.

"Sejak 9 Desember 2021 Korea dinyatakan dibuka, sudah 3.239 PMI tercatat hingga hari ini melalui program G to G Korea sudah kami tempatkan," ujar Benny di lokasi pada wartawan.

Baca juga: Menteri BUMN dan Kepala BP2MI Lepas 285 Pekerja Migran ke Korea Selatan

"Tapi keseluruhan total yang sudah ditempatkan oleh Indonesia ke kurang lebih 66 negara, kurang lebih jumlahnya sudah mendekati angka 58 ribu PMI," sambungnya.

Lebih lanjut, Benny berujar keberangkatan para PMI ke Korea Selatan ini sempat tertunda musabab pandemi Covid-19, dan bukan karena kesengajaan negara.

"Betapa bodohnya negara jika menghalangi keberangkatan PMI. Bodoh karena pemerintah sadar bahwa sumbangan devisa dari PMI sangat besar, mencapai Rp 159,6 triliun. Untuk diketahui, saat ini baru ada 66 negara penempatan yang buka, masih ada 84 negara yang belum membuka," tuturnya.

Benny juga mengatakan, setiap PMI yang berangkat juga dibekali surat credential yang akan diserahkan kepada atasannya di negara mereka bekerja.

"Selama ini hanya duta besar yang menerima surat credential. Sekarang setiap PMI punya surat tersebut sebagai surat kepercayaan negara. Ini makin menegaskan bahwa PMI skema G to G bukan seperti barang tiruan atau KW. PMI itu orang penting, terdidik, duta bangsa, dan bekerja bagi negara," bebernya.

"Jagalah kepercayaan tersebut, jadilah kebanggaan keluarga dan kebanggan Indonesia," tegasnya lagi.

Pelepasan ratusan PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan, Senin (27/6/2022).
Pelepasan ratusan PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan, Senin (27/6/2022).

Di lokasi yang sama, Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani, mengapresiasi keberhasilan PMI yang memberangkatkan ribuan PMI ini ke Korea Selatan melalui program G to G.

"Pemerintah memiliki prioritas untuk memberikan pelindungan optimal kepada PMI dengan memangkas masalah di awal perekrutan. PMI adalah duta bangsa, maka kalian milikilah nilai-nilai Pancasila dalam bekerja di luar negeri, berpartisipasi mengenalkan pariwisata sebagai duta pariwisata Indonesia," ujar Christina kepada PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved