Kontroversi Holywings

Polres Jaksel Gandeng Direktorat Siber dan Puslabfor Polisi Periksa Barbuk Kasus Miras Holywings

Sejumlah barang bukti yang diamankan dalam kasus Holywings sudah dikirim dan sedang diperiksa oleh Puslabfor Polri.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Twitter @holywingsindo via TribunnewsSultra
Viral poster promosi Holywings Indonesia yang menggratiskan sebotol minuman keras untuk orang-orang yang bernama Muhammad dan Maria. Promo iklan miras gratis di tempat hiburan atau kafe Holywings berbuntut penetapan tersangka 6 stafnya dan 3 unit cabang disegel GP Ansor. Sejumlah barang bukti yang diamankan dalam kasus Holywings sudah dikirim dan sedang diperiksa oleh Puslabfor Polri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polres Metro Jakarta Selatan menggandeng Direktorat Siber dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam menangani kasus dugaan penistaan agama oleh pihak Holywings Indonesia.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, sejumlah barang bukti yang diamankan dalam kasus ini sudah dikirim dan sedang diperiksa oleh Puslabfor Polri.

"Hingga saat ini kami masih bekerja sama dengan Direktorat Siber maupun Puslabfor Mabes Polri untuk memeriksa alat bukti atau barang bukti yang kami sita," kata Budhi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2022).

Beberapa barang bukti yang disita polisi dalam kasus ini antara lain PC komputer dan handphone milik para tersangka.

"Kemudian ada hardisk dan juga laptop," ungkap Budhi.

Baca juga: Sowan Hotman Paris ke Rumah Ketua MUI Tak Mempan Bikin Holywings Aman dari Sanksi Anies Baswedan

Polisi juga telah menyegel kantor pusat Holywings Indonesia di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Penyegelan dilakukan dengan memasang garis polisi.

Kantor pusat Holywings disegel polisi di BSD terkait kasus dugaan penistaan agama terkait promosi miras Muhammad dan Maria
Kantor pusat Holywings disegel polisi di BSD terkait kasus dugaan penistaan agama terkait promosi miras Muhammad dan Maria (serangkab.info)

Budhi mengatakan, penyegelan itu dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang kini tengah diproses.

"Untuk kepentingan penyidikan, tempat yang diduga untuk melakukan, merumuskan, berdiskusi, maupun menyampaikan ide-ide terkait unsur pidana tersebut itu, kami amankan dulu dengan garis polisi," kata Budhi.

Penyegelan kantor pusat Holywings bersifat sementara. Menurut Budhi, pihaknya bakal melepas garis polisi itu ketika penyidikan di tempat kejadian perkara (TKP) dinyatakan selesai.

"Sampai dengan nanti penyidik menyatakan telah selesai melaksanakan proses penyidikan di TKP tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, Budhi menuturkan, penyegelan itu dinilai sebagai bentuk keseriusan polisi dalam menangani kasus dugaan penistaan agama ini.

Baca juga: Kasus Promosi Miras Muhammad dan Maria, Kantor Pusat Holywings di BSD Disegel Polisi

"Bukti keseriusan kami penyidik Satreskrim Polres Jakarta Selatan menangani kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh manajer atau sebuah kafe HW, di mana kami sudah menetapkan 6 tersangka, maka kami terus kembangkan kasus ini," tutur Budhi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved