Alvin Lim Dituntut Hukuman Maksimal 6 Tahun Penjara Kasus Dokumen Palsu, Tak Ada Hal Meringankan

Jaksa Syahnan menyebutkan hal-hal yang memberatkan tuntutan ini karena terdakwa Alvin Lim tidak mengakui perbuatannya, terdakwa berbelit-belit

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Terdakwa Alvin Lim menjalan sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022). Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Alvin Lim dengan hukuman maksimal yakni 6 tahun penjara atas kasus dugaan pembuatan dokumen palsu, penipuan dan penggelapan terkait asuransi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Alvin Lim dengan hukuman maksimal yakni 6 tahun atas kasus dugaan pembuatan dokumen palsu, penipuan dan penggelapan terkait asuransi.

Tuntutan disampaikan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022).

Jaksa dalam tuntutannya juga minta majelis hakim memerintahkan penahanan terhadap Alvin Lim.

"Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, pidana penjara terhadap terdakwa Alvin Lim selama 6 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa segera ditahan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Syahnan Tanjung saat membacakan tuntutan.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa Alvin Lim bersalah melakukan tindak pidana tersebut.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 Ayat (2) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dalam dakwaan kesatu lebih subsidiair," ujar jaksa Syahnan.

Baca juga: Sidang Kasus Dugaan Penipuan, Kejari Jaksel Gandeng Polisi Jemput Paksa Terdakwa Alvin Lim

Jaksa Syahnan menyebutkan hal-hal yang memberatkan tuntutan ini karena terdakwa Alvin Lim tidak mengakui perbuatannya, terdakwa berbelit-belit dalam dan menyulitkan jalannya persidangan, dan terdakwa sudah pernah dihukum.

"Hal-hal yang meringankan, tidak ada hal yang meringankan terdakwa," ucap Syahnan.

Terdakwa Alvin Lim menyerahkan berkas dalam persidangan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022). Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Alvin Lim dengan hukuman maksimal yakni 6 tahun penjara atas kasus dugaan pembuatan dokumen palsu, penipuan dan penggelapan terkait asuransi.
Terdakwa Alvin Lim menyerahkan berkas dalam persidangan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022). Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Alvin Lim dengan hukuman maksimal yakni 6 tahun penjara atas kasus dugaan pembuatan dokumen palsu, penipuan dan penggelapan terkait asuransi. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Ia pun menjelaskan alasan tidak ada hal meringankan dalam tuntutannya.

"Kalau sudah 6 tahun maksimal, tidak ada hal meringankan. Setiap tuntutan, maka pertimbangannya tidak ada hal yang meringankan kalau sudah maksimal," terang dia.

Sementara itu, pengacara Alvin Lim, Sukisari, mengatakan pihaknya bakal mengajukan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan JPU.

"Pasti nanti kami akan menjawab dalam pleidoi, karena dari BAP dan terdakwa sudah mencabut dan juga pembuktian materialnya sangat susah. Oleh karena itu, kami akan jawab dalam pleidoi ya. Itu saja," kata Sukisari.

Baca juga: Gelagat Pelaku Penipuan Investasi Perumahan Syariah: Iming-Imingi Korban Beli Rumah Tanpa Riba

Alvin Lim selaku pengacara mulai dikenal setelah menjadi kuasa hukum ratusan korban Robot Trading Fahrenheit ke Bareskrim Polri pada awal April 2022. Dalam laporan itu, sebanyak 137 korban mencatat kerugian hingga Rp37 miliar.

Namun, bersamaan adanya kasus itu, rupanya Alvin Lim juga mempunyai permasalahan hukum.

Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim (tengah) di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (7/6/2022).
Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim (tengah) di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (7/6/2022). (Istimewa via Tribunnews)

Ternyata Alvin Lim merupakan terdakwa tindak pidana pemalsuan dan/atau penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait asuransi Allianz. 

Alvin Lim yang tidak ditahan sebelumnya kerap mangkir dari panggilan persidangan hingga akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan JPU untuk menjemput paksa Alvin Lim.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved