Antisipasi Virus Corona di DKI

Ketersediaan BOR Rumah Sakit Rujukan di Jakarta Capai 12 Persen, ICU 11 Persen

BOR di 140 rumah sakit rujukan di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Saat ini BOR di rumah sakit rujukan mencapai 12 persen.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020) - BOR di 140 rumah sakit rujukan di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Saat ini BOR di rumah sakit rujukan mencapai 12 persen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketersedian bed occupancy rate (BOR) di 140 rumah sakit rujukan di DKI Jakarta mengalami peningkatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan peningkatan ini terjadi setelah pekan lalu hanya terisi 9 persen.

Saat ini, BOR di rumah sakit rujukan mencapai 12 persen.

Sementara untuk keterisian tempat tidur di intensive care unit (ICU) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai 11 persen.

"Ya kalau data ini saat ini data BOR itu 12 persen, data ICU 11 persen. Memang ada peningkatan dari sebelumnya yang 5 persen," katanya di Balai Kota DKI, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Anies Baswedan Belum Perketat Kegiatan Warga Meski Covid-19 di Jakarta Tertinggi, Ini Alasannya

Adapun bertambahnya keterpakaian bor dan ICU ini tak luput dari meningkatnya kasus Covid-19 di ibu kota.

Merujuk pada data Satgas Covid-19 yang diterima Tribunnews, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan tambahan kasus baru tertinggi dengan 1.250 kasus pada Selasa (28/6/2022) kemarin.

Ilustrasi virus corona varian Omicron
Ilustrasi virus corona varian Omicron (Freepik)

Angka tersebut menurun dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 838 kasus.

"Pertama memang ada peningkatan covid. Kami minta masyarakat untuk lebih hati-hati. Sebaiknya tetap gunakan masker, baik tidak hanya terhindar dari bahaya covid, tapi juga masalah udara, masalah virus lainnya. Sementara ini memang yang terbaik. Mari kita tetap terus menggunakan, menerapkan prokes," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved