Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Kali Sunter di Cipinang Melayu Masih di Bawah 50 Persen

Pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Sunter di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur belum mencapai 50 persen dari target.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak aliran Kali Sunter di wilayah RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (15/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Sunter di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur belum rampung.

Lurah Cipinang Melayu Arroyantoro mengatakan hingga kini proses pembebasan lahan warga di RW 04 dan RW 03 belum mencapai 50 persen dari target.

"Masih di bawah 50 persen. Ada yang sudah dilakukan pembebasan dan dibayarkan (uang ganti rugi), tapi ada yang belum," kata Arroyantoro di Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022).

Pembebasan lahan ini melibatkan tim gabungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur, pihak Kelurahan, Kecamatan, hingga Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Namun untuk proses ganti rugi pembayaran bidang lahan warga yang terdampak seluruhnya menggunakan anggaran dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Baca juga: Sedang Olahraga Pagi, Warga Temukan Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas di Kali Sunter

"Bidang lahan di RW 04 sudah ada yang dibebaskan. Bagian yang dekat jembatan merah juga belum dibebaskan. Untuk di RW 03 masih dalam proses pembuatan peta bidang," ujarnya.

Proyek normalisasi Kali Sunter yang sempat terhenti pada tahun 2014 ini diharapkan dapat menyelesaikan banjir luapan Kali Sunter di permukiman warga Cipinang Melayu.

Petugas UPK Badan Air membersihkan tumpukan sampah di Kali Sunter, Sabtu (13/11/2021)
Petugas UPK Badan Air membersihkan tumpukan sampah di Kali Sunter, Sabtu (13/11/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Pasalnya hingga kini wilayah RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu masih terdampak banjir luapan Kali Sunter, paling anyar pada Rabu (29/6/2022) saat debit air naik.

Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Lukman Suprapto menuturkan akibat tinggi muka air mencapai siaga 1 permukiman warganya terendam banjir sekitar 50 sentimeter.

"Ketinggian kurang lebih 50 sentimeter yang di RT 10. Air mulai masuk jam 02.00 WIB, surut total jam 07.30 WIB. Di RW 03 belum ada pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Sunter," tutur Lukman.

Baca juga: Ditagih Normalisasi Kali Sunter, Wagub DKI Suruh Warga Urus Surat Tanah: Harus Sering Cek BPN

Lukman memastikan warganya mendukung normalisasi Kali Sunter yang merupakan proyek gabungan Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Warga kami yang jelas taat peraturan. Buktinya warga kami sudah menumpuk (menyerahkan) berkas sampai empat kali. Dan berkas tersebut emang untuk kepentingan normalisasi," lanjut dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved