Sebut Politik Identitas Bukan Ancaman, Fadli Zon Sindir Jokowi yang Pilih Maruf Amin di Pilpres 2019

Fadli Zon membahas soal politik identitas secara gamblang.Ia menyinggung soal Presiden Jokowi yang menjadikan Maruf Amin sebagai wakil presiden.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta.com
Politikus Fadli Zon membahas soal politik identitas secara gamblang. Ia lalu menyinggung soal Presiden Jokowi yang menjadikan ulama ternama Kiai Haji Maruf Amin sebagai wakilnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus Fadli Zon membahas soal politik identitas secara gamblang.

Anggota DPR RI itu lalu menyinggung soal Presiden Jokowi yang menjadikan ulama ternama Kiai Haji Maruf Amin sebagai wakilnya di Pilrpes 2019.

Mulanya Fadli Zon menegaskan politik identitas bukan sebuah ancaman untuk demokrasi.

TONTON JUGA

"POLITIK IDENTITAS BUKAN ANCAMAN DEMOKRASI," tulis Fadli Zon di media sosial Twitternya.

Fadli Zon menjelaskan identitas seseorang berupa agama, ras, maupun ideologi tak bisa dipisahkan dari politik.

"Pertama, pada dasarnya identitas tidak dapat dipisahkan dari politik.

Bahkan semua yang berkaitan dengan politik sebenarnya selalu terkait dengan identitas, baik itu agama, ideologi, ras, dan kelas," tulis Fadli Zon.

Baca juga: Fadli Zon Langsung Diajak Debat JJ Rizal Setelah Usul Nama JIS Diganti Jadi Stadion Bung Hatta

Menurutnya tak tepat apabila politik identitas dijadikan sebagai momok yang menakutkan dalam kehidupan berdemokrasi.

"Sebagai bangsa yang majemuk, kita memang rentan terhadap konflik berbasis identitas.

Namun, mengeksploitasi kekhawatiran atas nama politik-identitas secara konseptual jelas salah. Ada dua argumentasinya," tulis Faldi Zon.

Fadli Zon lalu mengutip pernyataan seorang ahli filsafat politik yang menyebut identitas dan politik dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Baca juga: Fadli Zon Sebut JIS Lebih Cocok Diberi Nama Sosok Pahlawan Ini, Apa Alasannya?

Lanjutnya, para ahli tersebut tak pernah menyebut politik identitas adalah sebuah kesalahan.

"Menurut para ahli filsafat politik, seperti Charles Taylor, atau Amy Gutmann, politik identitas adalah sesuatu tak bisa dipisahkan dari perjuangan politik demokrasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved