Ganjil Genap Disebut Tak Efektif Tekan Kemacetan, Wagub DKI Berkelit: Dishub Selalu Cari Solusi

Pemprov DKI Jakarta membantah bila penerapan ganjil genap (gage) tak efektif menekan kemacetan di Ibu Kota.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi kemacetan di Bundaran HI - Sejumlah kendaraan terlibat antrean panjang dan cenderung padat merayap, Pemprov DKI Jakarta membantah bila penerapan ganjil genap (gage) tak efektif menekan kemacetan di Ibu Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta membantah bila penerapan ganjil genap (gage) tak efektif menekan kemacetan di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan ganjil genap hanyalah satu dari upaya untuk pengendalian kemacetan di Ibu Kota.

Sebagai bentuk upaya lainnya, rekayasa lalu lintas turut diterapkan pihaknya yakni Dinas Perhubungan bersama Polda Metro Jaya mengingat Jakarta sudah menerapkan PPKM level 1.

Satu diantara contohnya yakni rekayasa lalin di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

"Ya kan namanya Dishub bersama Polda Metro Jaya selalu bekerjasama selalu mencari solusi-solusi terbaik dalam rangka pengendalian lalin di Kota Jakarta," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Ganjil Genap Diperluas di 25 Ruas Jalan, Anak Buah Anies Klaim Kemacetan di Jakarta Berkurang

"Apalagi karena pelonggaran, sudah kembali seperti normal kembali, tentu ada peningkatan mobilitas apalagi sekarang libur juga ada peningkatan."

"Tentu Dishub selalu mengupayakan berbagai rekayasa lalin termasuk di Bundaran HI bersama Polda Metro Jaya," tambahnya.

Sejumlah petugas Polantas Jakarta Barat memberikan sosialisasi terkait kebijakan Ganjil Genap di tiga wilayah Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Senin (6/6/2022).
Sejumlah petugas Polantas Jakarta Barat memberikan sosialisasi terkait kebijakan Ganjil Genap (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Sementara itu,  Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto turut mengungkapkan hal yang senada.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan di sekitar 18 lokasi, kecepatan rata-rata kendaraan saat ini ada di 31,7 km/h (per hari).

"Jadi memang sebenarnya gage itu merupakan salah satu treatment saja ya. Jadi ga bisa terus dengan gage terus kita berharap masalah macet di Jakarta selesai.

Bukan seperti itu cara berpikirnya. Jadi tetap yang namanya manajemen rekayasa lalin itu harus dilakukan secara komprehensif," paparnya.

Diterapkan mulai hari ini, rekayasa lalu lintas dimulai pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Adapun pngendara dari arah Jalan Jenderal Sudirman tak bisa langsung berbelok ke arah Jalan Imam Bonjol.

Kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2022).
Kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2022). (Dionisius Arya Bima suci / TribunJakarta.com)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved