1.319 Warga Kabupaten Tangerang Jadi Korban Pungli PTSL, Kepala Desa dan Anteknya Jadi Tersangka

Sebagai informasi, pemerintah telah membuat program PTSL yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2018.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Ega Alfreda
Kapolresta Tangerang menetapkan seorang Kepala Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan antek-anteknya karena melakukan pungutan liar PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), Selasa (5/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 1.319 warga Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang menjadi korban pungutan liar (pungli) program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

Sebagai informasi, pemerintah telah membuat program PTSL yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2018.

Program gratis ini telah berjalan sejak tahun 2018 dan direncanakan akan berlangsung hingga tahun 2025.

Kendati demikan, sejumlah antek-antek pemerintah Kabupaten Tangerang malah menyalahgunakan kewenangannya dalam program PTSL.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Rhomdon Natakusuma menjelaskan, pada tahun 2020 sampai 2021 seorang Kepala Desa Cikupa melakukan pungutan liar kepada warganya untul mengikuti program PTSL.

Baca juga: Pemilik Showroom di Mangga Dua Keluhkan Pungli Berkedok Tarik Pajak, Pungut Rp 100 Ribu per Mobil

"Ini kita lakukan lidik mulai Januari dan pada bulan ini kita lakukan penetapan tersangka terhadap empat orang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor)," jelas Rhomdon di kantornya, Selasa (5/7/2022).

Keempat tersangka tersebut adalah AM selaku kepala desa, SH mantan sekretaris desa, FI selaku mantan Kaur (Kepala Urusan) Perencanaan, dan MSE selaku mantan Kaur Keuangan.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa (5/7/2022).

Kapolresta Tangerang menetapkan seorang Kepala Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan antek-anteknya karena melakukan pungutan liar PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), Selasa (5/7/2022).
Kapolresta Tangerang menetapkan seorang Kepala Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan antek-anteknya karena melakukan pungutan liar PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), Selasa (5/7/2022). (Tribun Jakarta/Ega Alfreda)

Selama setahun melakukan korupsi, keempatnya telah menelan korban sampai 1.319 warga Cikupa.

"Korban dan saksi sejumlah 1.319 orang, total kerugian itu mencapai Rp 2 miliar," sambung Romdhon.

Dalam melancarkan aksi pungli tersebut, AM selaku kades kala itu bertugas sebagai pemimpin komplotan.

Sementara tiga tersangka lainnya bertugas membantu.

Menurut Romdhon, para tersangka meminta uang dalam jumlah yang bervariasi kepada para korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved