Cerita Kriminal

Bentrok 2 Gangster di Pondok Gede, 3 Pria Pengangguran Diringkus Polisi, 1 Masih Berkeliaran Bebas

Polsek Pondok Gede meringkus tiga anggota Gengster Cemerlang. Bentrok dua kelompok gangster terjadi pada Rabu (15/6/2022). 1 orang masih buron.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon bersama jajarannya saat menrilis kasus tawuran, Selasa (5/7/2022). Polsek Pondok Gede meringkus tiga anggota Gengster Cemerlang. Bentrok dua kelompok gangster terjadi pada Rabu (15/6/2022). 1 orang masih buron. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Polsek Pondok Gede meringkus tiga anggota Gengster Cemerlang.

Mereka ditangkap usai terlibat bentrok dengan kelompoknya TKBR (Tambun, Kayuringin, Bintara, dan Rawadas).

Anggota Gengster Cemerlang yang kini sudah ditutup sebagai yakni, Tetem, Ali Nurdin dan Albertus Alezander.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon mengatakan, bentrok dua kelompok gangster terjadi pada Rabu (15/6/2022).

"TKP (tempat kejadian perkara) di Kelurahan Jatibening, Pondok Gede Kota Bekasi sekira pukul 3 dini hari," kata Herman, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Anggota Polisi Dituduh Pukul Pemuda di Pesanggrahan, Diteriaki Gangster dan Begal Oleh Provokator

Kedua kelompok janjian via media sosial.

Lalu sepakat menggelar tawuran di waktu dan tempat yang sudah ditentukan.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon bersama jajarannya saat menrilis kasus tawuran, Selasa (5/7/2022).
Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon bersama jajarannya saat menrilis kasus tawuran, Selasa (5/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Saat bentrok dua kelompok terjadi, terdapat video viral yang sengaja diunggah akun instagram @cemerlang602.

"Dalam video tersebut terekam pada saat mereka melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam," ungkap Herman.

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Pondok Gede melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus ketiga tersangka.

"Terdapat satu tersangka lagi bernama Rizal yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang)," ucap Herman.

Dalam bentrok dua kelompok gangster, satu orang anggota geng TKBR bernama Anjar mengalami luka sabetan senjata tajam.

Ilustrasi gangster
Ilustrasi gangster (net)

Herman menambahkan, seluruh merupakan orang dewasa yang sudah tamat sekolah dan belum memiliki pekerjaan.

"Tersangka sudah dewasa semua, jadi mereka hanya pelajar yang sudah lulus dan tidak ada kegiatan, kemudian malam mereka berkumpul-kumpul," paparnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti senjata tajam jenis corbek, lima bilah celurit dan dua buah tas gitar yang digunakan untuk membawa celurit.

Ketiga tersangka dijerat pasal 1 ayat 2 UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman selama-lamanya 10 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved