Puluhan Calon Jemaah Haji Asal Indonesia Gagal Berangkat ke Tanah Suci Gara-gara Salah Visa

Puluhan warga negara Indonesia (WNI) gagal berangkat haji tahun ini gara-gara membawa visa yang salah atau tidak pada peruntukannya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kedatangan kloter pertama calon jemaah haji asal Provinsi DKI Jakarta dan Banten di Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (3/6/2022) - Puluhan warga negara Indonesia (WNI) gagal berangkat haji tahun ini gara-gara membawa visa yang salah atau tidak pada peruntukannya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) gagal berangkat Haji tahun ini gara-gara membawa visa yang salah atau tidak pada peruntukannya.

Sebagaimana diketahui, pada pekan lalu ada 46 calon jemaah haji asal Indonesia ditolak Otoritas Arab Saudi untuk berangkat ke tanah suci.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta pun akhirnya memperketat pemeriksaan keimigrasian bagi calon jemaah haji.

Setelah 46 calon jemaah haji tersebut, pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta akhirnya menggagalkan keberangkatan 14 WNI yang akan melakukan ibadah haji tanpa visa yang sah pada Senin (4/7/2022).

Tercatat enam orang menggunakan pesawat Qatar Airways (QR 957), tujuh orang menggunakan pesawat Saudi Arabian Airways (SV 819), dan satu orang menggunangan pesawat Thai Airways (TG 433).

Baca juga: Apa Itu Haji Furoda? Ini Perbedaan Harga dan Fasilitasnya dengan Haji Plus

"Setelah dilakukan pendalaman, calon jemaah haji ini tidak memiliki visa haji yang sah," jelas Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, Selasa (5/7/2022).

"Namun mereka mengantongi visa amil dan visa turis," tambah dia lagi.

Sebanyak 393 calon jemaah haji diberangkatkan dari Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Sabtu (4/6/2022).
Calon jemaah haji di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta  Sabtu (4/6/2022). (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)

Alhasil, ke-14 belas calon jemaah haji tersebut terpaksa menunda niatnya untuk beribadah ke tanah suci Arab Saudi.

Tito membeberkan, pengenalan penumpang menjadi sulit ketika mereka menggunakan visa haji online.

Lantaran, hingga saat ini Imigrasi Indonesia tidak memiliki akses untuk memeriksa validitas visa haji online.

Menurut Tito, untuk meminimalisir resiko pemberangkatan haji tanpa visa sah, pihaknya melakukan pengawasan dengan Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama RI.

Baca juga: Cerita Calon Jamaah Haji Asal Depok: Sempat Malu Tertunda, Percaya Allah SWT Pemberi Waktu Terbaik

Serta berkoordinasi aktif dengan seluruh maskapai penerbangan di Bandara Soeakrno-Hatta.

Atas hasil koordinasi tersebut, Tito mengungkapkan bahwa pihak maskapai Qatar Airways telah mencegah keberangkatan calon jemaah haji pada 4 Juli 2022.

"Kami meminta pihak maskapai untuk tidak mencetak boarding pass calon jemaah haji yang ditemukan indikasi penyalahgunaan visa," ujar Tito. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved