Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Minta Pengawasan PMK Diperketat Jelang Iduladha

Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta, pemerintah daerah (pemda) intensif melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Nyumarno
Wakil Ketua Komisi II Nyumarno DPRD Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta, pemerintah daerah (pemda) intensif melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha.

Hal ini untuk mengawasi adanya hewan kurban yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mengatakan, pemda wajib menjamin hewan ternak seperti sapi dan kambing yang masuk ke Bekasi dalam keadaan sehat. 

"Apalagi ini jelang Iduladha, kebutuhan hewan ternak yang dipergunakan untuk kurban terutama sapi dan kambing meningkat, untuk itu harus ada pengecekan secara intensif," kata Nyumarno

Pelaksanaan Iduladha berlangsung akhir pekan ini, dinas terkait harus sudah merampungkan pengecekan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap hewan ternak (khususnya hewan kurban) selambat-lambatnya H-2 lebaran. 

"Harus segera rampung pengecekan-pengecekan hewan kurban di wilayah, karena pelaksaan Iduladha sudah dekat, dan harus dipastikan hewan yang terjangkit PMK tidak dijual oleh pendagang," ujar Politikus PDIP itu.

Wakil Ketua Komisi II Nyumarno DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP.
Wakil Ketua Komisi II Nyumarno DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP. Myumarno meminta Pemda Bekasi intensif melakukan pemeriksaan hewan kurban demi mengantisipasi infeksi PMK.

Untuk itu, dia meminta kepada dinas terkait untuk mengawasi.

Jika ada temuan hewan positif PKM diharapkan dapat dipisahkan terlebih dahulu dari kandang. 

Pengawasan terhadap pedagang juga tetap dilakukan, hewan yang terindikasi atau positif PMK tidak seharusnya dijual ke pembeli sampai kondisinya benar-benar sehat. 

"Kami menghiimbau juga pedagang agar bersikap fair, hewan kurban yang sakit untuk dipisahkan tidak dijual dulu sampai kondisinya benar-benar sehat," tegasnya.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved