Polusi Udara Jabodetabek

Kualitas Udara Buruk Jakarta Terus Disorot, Penanganan Jangan Hanya Fokus ke Asap Kendaraan

Kualitas udara di Jakarta terus mendapatkan sorotan menyusul dicap terburuk di antara kota-kota besar di dunia, faktor emisi menjadi pangkal balanya.

Editor: Wahyu Septiana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi polusi udara di Jakarta - Polusi udara terlihat di langit Ibu Kota Jakarta, Selasa (8/6/2021). Melalui platform pengukur kualitas udara Iqair.com yang merilis kualitas udara, Jakarta masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan menempati urutan ke 4. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta terus mendapatkan sorotan menyusul dicap terburuk di antara kota-kota besar di dunia, faktor emisi juga ikut menjadi pangkal balanya.

Polusi udara yang terjadi di Jakarta tak lepas dari persoalan emisi gas buang. 

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan asap knalpot kendaraan menjadi sumber utama pencemaran udara di Jakarta.

Sekretaris Dishub DKI Masdes Arroufy mencontohkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada tahun 2020, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 20.221.821 unit dengan perincian 35.266 bus dan 679.708 truk.

Selebihnya kendaraan pribadi, sekitar 19,5 juta unit. Masdes yakin polusi udara bisa ditekan lewat aturan uji emisi.

Baca juga: Wagub Ariza Pamer Program Anies Baswedan Atasi Polusi Udara di Jakarta

Masalahnya selama ini aturan uji emisi hanya berlaku untuk kendaraan umum dan angkutan barang.

Sedangkan regulasi yang mengatur kewajiban uji emisi bagi kendaraan pribadi baru diterbitkan pada 2020 lalu.

Ilustrasi pencemaran udara atau tingkat kualitas udara
Ilustrasi pencemaran udara atau tingkat kualitas udara (Tribun Jateng /Hermawan Handaka)

Regulasi yang dimaksud Masdes adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

“Sebenarnya kalau (uji emisi) dilaksanakan serentak, akan efektif ya, cukup membantu menekan polusi udara karena lebih dari 99 persen kendaraan pribadi ini merupakan populasi terbesar sumber polutan di Jakarta,” ujarnya.

Masdes berharap regulasi itu diperkuat dengan sanksi tilang dari kepolisian terhadap kendaraan yang belum lolos uji emisi.

Juru kampanye iklim lembaga swadaya yang rutin mengampanyekan penghentian aksi perusakan lingkungan, Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu menambahkan, “Sumber polutan juga berasal dari asap knalpot kendaraan, maka kurangi penggunaannya atau optimalkan transportasi umum”.

Pekatnya polusi kendaraan bermotor menyelimuti sejumlah Gedung-gedung perkantoran dan rumah penduduk yang menyebabkan pencemaran udara di Jakarta, Jumat (12/7/2013). Tingginya tingkat pencemaran udara yang disebabkan meningkatnya jumlah populasi kendaraan bermotor yang menjadikan ancaman bagi warga Jakarta rentan terkena berbagai penyakit, seperti paru-paru, kanker, dan penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pekatnya polusi kendaraan bermotor menyelimuti sejumlah Gedung-gedung perkantoran dan rumah penduduk yang menyebabkan pencemaran udara di Jakarta, Jumat (12/7/2013). Tingginya tingkat pencemaran udara yang disebabkan meningkatnya jumlah populasi kendaraan bermotor yang menjadikan ancaman bagi warga Jakarta rentan terkena berbagai penyakit, seperti paru-paru, kanker, dan penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN (Tribunnews.com/Herudin)

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro mengatakan sumber pencemaran udara di Jakarta utamanya disebabkan gas buang kendaraan bermotor.

Ia memaparkan, tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebih tinggi.

Halaman
1234
  • Berita Terkait :#Polusi Udara Jabodetabek
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved