Banyak Jemaah Haji Salah Visa di Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi Perketat Pengawasan

Banyak kasus salah visa yang mengakibatkan calon jemaah haji ditolak terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Ega Alfreda/TribunJakarta.com
Sebanyak 393 calon jemaah haji diberangkatkan dari Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Sabtu (4/6/2022). Puluhan jemaah haji ditolak terbang karena salah visa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNAJAKARTA.COM, TANGERANG - Dalam waktu sepekan terakhir, banyak kasus salah visa yang mengakibatkan calon jemaah haji ditolak terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta pun melakukan pengetatan pemeriksaan keimigrasian bagi calon jemaah haji di bandara tersebut.

"Iya, dimonitor tentang para calon jemaah haji yang menggunakan visa selain visa haji, kita lakukan penundaan," tegas kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto, Jumat (8/7/2022).

Dari data yang didapatkan, pada Rabu (6/7/2022) pihaknya melakukan penolakan terhadap 39 jemaah haji yang akan terbang ke Arab Saudi.

Mereka diperiksa saat melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta.

Baca juga: 7 Bulan Bersepeda dari Indonesia ke Mekkah, Jemaah Haji Ini Pernah Tertahan Masuk India dan Myanmar

"Kalau yang menggunakan visa ziarah, bekerja, itu kita tolak semua, kita tunda. Kita bekerja sama dengan airline untuk tidak dikeluarkan boarding pass," sambung Tito.

Berikut data jumlah calon jemaah haji yang ditolak di Bandara Soekarno-Hatta.

- 2 orang penumpang pesawat Etihad Airways (EY 475) dengan Visa Ziarah Syakhsiyah (kunjungan pribadi).

- 5 orang penumpang pesawat Batik Air (ID 7153) dengan Visa Wisata.

- 12 orang penumpang pesawat Emirates (EK 357) dengan Visa Wisata.

- 20 orang penumpang pesawat Qatar Airways (QR 957) dengan Visa Wisata

Sebagai informasi, penolakan keberangkatan calon jemaah haji tanpa Visa Haji telah memenuhi prosedur pemeriksaan Keimigrasian berpedoman pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved