Diklaim Efektif Atasi Kemacetan, Dishub DKI Perpanjang Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim rekayasa lalu lintas yang diterapkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2022). Terkini, Syafrin memastikan rekayasa lalu lintas di Bundaran HI akan dilanjutkan karena dinilai efektif mengurai kemacetn. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim rekayasa lalu lintas yang diterapkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) efektif dalam mengatasi kemacetan di daerah tersebut.

Hal ini dikatakan anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berdasarkan hasil evaluasi selama sepekan terakhir penerapan rekayasa lalu lintas itu.

"Hasil evaluasi kami selama satu minggu kemarin, pelaksanaannya cukup efektif dimana terjadi peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan," ucapnya di Balai Kota, Senin (11/7/2022).

Sebelum rekayasa lalu lintas diterapkan, rata-rata kecepatan kendaraan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin saat jam sibuk berada di angka 29 kilometer per jam.

Kemudian, setelah kebijakan ini diterapkan terjadi peningkatan kecepatan kendaraan sebesar 6 persen menjadi sekira 30 kilometer per jam.

Baca juga: Pemprov DKI Rekayasa Lalin untuk Urai Kemacetan di Bundaran HI, Bantah Imbas Gage Tak Efektif

"Bahkan proporsi kecepatannya itu merata, sejak pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB itu konstan pergerakannya," ujarnya.

"Kni terjadi karena pergerakan membelok yang mempengaruhi kecepatan arus di arah MH Thamrin masuk ke arah Jenderal Sudirman itu terminimalisir," sambungnya.

Oleh karena itu, uji coba rekayasa lalu lintas yang seharusnya berakhir 10 Juli 2022 akan diperpanjang sepekan ke depan.

Sama seperti uji coba sebelumnya, rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

"Mencermati hal ini tentu uji coba kedua dilaksanakan hari ini selama satu minggu ke depan dan ini terus kami lakukan evaluasi," kata dia.

Ilustrasi kemacetan di Bundaran HI - Sejumlah kendaraan terlibat antrean panjang dan cenderung padat merayap di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019). Kemacetan dari arah Jalan Sudirman menuju bundaran HI tersebut, akibat adanya penyempitan jalan terkait revitalisasi jalur pedestrian di kawasan itu.
Ilustrasi kemacetan di Bundaran HI - Sejumlah kendaraan terlibat antrean panjang dan cenderung padat merayap di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019). Kemacetan dari arah Jalan Sudirman menuju bundaran HI tersebut, akibat adanya penyempitan jalan terkait revitalisasi jalur pedestrian di kawasan itu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, pengendara dari arah Jalan Jenderal Sudirman tak bisa langsung berbelok ke arah Jalan Imam Bonjol.

Kendaraan yang ingin menuju Jalan Imam Bonjol harus memutar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau di depan Kementerian Perhubungan.

Tak hanya itu, kendaraan dari arah Jalan Imam Bonjol pun kini tak bisa langsung menuju Jalan MH Thamrin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved