Cerita Kriminal

Rayuan Mantan Kepala Sekolah Demi Ajak Siswa Berhubungan Sesama Jenis, Ruang Kepsek Jadi Saksi Bisu

Eks kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah berinisial MS (48) merayu dua muridnya dengan ponsel dan uang demi berhubungan sesama jenis di Sulawesi Barat.

Kolase Foto TribunJakarta dan Tribun Sulbar
Ilustrasi pelecehan seksual dan pelaku mantan kepala sekolah. Eks kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah berinisial MS (48) merayu dua muridnya dengan ponsel dan uang demi berhubungan sesama jenis di Sulawesi Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Rayuan mantan kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah berinisial MS (48) demi mengajak siswanya berhubungan sesama jenis akhirnya terbongkar.

Aksi bejat selama 6 tahun itu terjadi di ruangan kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Pelaku mengiming-imingi korban dengan pemberian uang serta membelikan ponsel.

Korban sebanyak dua murid pelaku.

Kronologi

Kasus hubungan sesama jenis yang dilakukan mantan kepala sekolah itu berawal dari kecurigaan orang tua korban.

Orang tua korban curiga sang anak membawa ponsel ke sekolah.

Baca juga: Cianjur Heboh, Pasangan Sesama Jenis Digerebek Warga di Kontrakan, Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Padahal, ia tidak pernah membelikan anaknya ponsel.

Korban pun mengaku ponsel tersebut diberikan oleh pelaku sebagai imbalan telah melayani nafsu pelaku.

Pelaku pelecehan sesama jenis MS saat diamankan pihak kepolisian. Selama 6 tahun lamanya mantan madrasah ibtidaiyah itu melecehkan 2 siswanya dengan modus korban dibelikan HP.
Pelaku pelecehan sesama jenis MS saat diamankan pihak kepolisian. Selama 6 tahun lamanya mantan madrasah ibtidaiyah itu melecehkan 2 siswanya dengan modus korban dibelikan HP. (Tangkap layar kanal YouTube Tribun Sulbar Official)

Mendengar anaknya dilecehkan, orangtua korban tidak terima dan melaporkan pelecehan sesama jenis ke Polres Polman.

MS kemudian berhasil diamankan pada Kamis (7/7/2022) lalu.

Kanit PPA Polres Polman, Ipda Muliono mengatakan, pelaku MS sudah beraksi selama 6 tahun lamanya.

Baca juga: Terbakar Cemburu Cinta Sesama Jenis, Ratusan Kios di Monas Ludes, Wagub dan Polisi Sampai Repot

MS pertama kali melecehkan korban saat dirinya diangkat menjadi kepala sekolah di sebuah madrasah ibtidaiyah di Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

MS menjabat mulai tahun 2016 hingga 2022. Saat ini, MS sudah tidak mejadi kepala sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved