Cerita Kriminal

Praktik Culas Pedagang Gas di Bekasi, Isi Elpiji 3 Kg Bersubsidi Disuntik ke Tabung 12 Kg

Keempat tersangka, lanjut Ivan, melakukan penyuntikan isi gas Elpiji menggunakan alat sederhana.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitira saat tersangka dan barang bukti kasus praktik ilegal pemindahan isi gas Elpiji bersubsidi ke nonsubsidi di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (13/7/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Polres Metro Bekasi mengungkap praktik culas pedagang gas yang ,menyuntik atau memindahkan isi gas Elpiji 3 Kg bersubsidi ke tabung 12 Kg.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitira mengatakan, pihak menangkap empat orang tersangka berinisial ML (28), TP (30), BK (37) dan DFB (22).

"Kasus kejahatan di mana satu kecurangan oleh satu kelompok yang menjual bahan bakar gas yang seharusnya dijual dalam keadaan subsidi, kelompok tersebut mengubah menjadi non subsidi," kata Ivan, Rabu (13/7/2022).

Keempat tersangka beroperasi di sebuah gudang di Kampung Asem, RT 004 RW 002, Bantar Gebang, Kota Bekasi

Mereka menyewa gudang tersebut sejak sekitar untuk dijadikan lokasi penyuntikan gas Elpiji 3 Kg ke dalam tabung non subsidi 12 dan 50 Kg.

"Mereka baru dua minggu ada di wilayah Kota Bekasi baru melakukan dan sudah tercium oleh kita dan kita amankan," terangnya.

Baca juga: Ini Wajah Maling Gas Elpiji di Rumah Keponakan Kapolri Pertama, Pelaku Sudah 14 Kali Beraksi

Keempat tersangka, lanjut Ivan, melakukan penyuntikan isi gas Elpiji menggunakan alat sederhana.

Alat tersebut diantaranya berupa selang, pada kedua ujungnya terdapat regulator yang dapat dipasang di tabung dua tabung gas berbeda.

"Sebelumnya pelaku mengaku pernah bermain (melakukan kejahatan serupa) di daerah Bogor," jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti tiga unit Daihatsu Grandmax, 15 selang regulator, 474 tabung gas Elpiji 3 Kg, 17 tabung 50 Kg dan 136 tabung 12 Kg.

Baca juga: Petugas SPBU Pertamina di Bintaro Tepergok Konsumen Berbuat Curang, Terkuak Nasibnya Sekarang

Kempat tersangka dikenakan pasal berlapis tentang cipta kerja, perlindungan konsumen, minyak dan gas bumi serta metrologi legal.

"Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun kurungan penjara," kata Ivan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved