Depok Mau Gabung Jakarta, Wali Kota Idris Bicara Keuntunganannya: Banyak Sekali Benefitnya

Wali Kota Depok Mohammad Idris berbicara lebih lanjut soal keuntungan yang didapat bilamana wacana Kota Depok bergabung ke DKI Jakarta terealisasi.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma dan Kompas/Kristianto Purnomo
Kolase Foto Monas dan Wali Kota Depok Muhammad Idris. Wali Kota Depok Mohammad Idris berbicara lebih lanjut soal keuntungan yang didapat bilamana wacana Kota Depok bergabung ke DKI Jakarta terealisasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok Mohammad Idris berbicara lebih lanjut soal keuntungan yang didapat bilamana wacana Kota Depok bergabung ke DKI Jakarta terealisasi.

Ia mengungkapkan, akan banyak benefit (keuntungan) yang didapat oleh berbagai pihak, termasuk rampungnya berbagai persoalan konvensional seperti banjir, sampah, dan sebagainya yang tak kunjung selesai sejak lama.

Idris mengatakan, bilamana nantinya Kota Depok bergabung ke DKI Jakarta, maka segala kebijakan akan ada dalam satu komando.

“Banyak sekali benefitnya, misalnya dalam perekonomian. Kita jadikan misalnya kota Jakarta nanti kota yang tergabung dalam satu komando," kata Idris lewat rilis video resminya, Jumat (15/7/2022)

"Maksudnya satu komando gini dalam perspektif otonomi daerah, cukup lah yang dipilih oleh rakyat itu gubernurnya, kota kota penyangganya jangan dipilih lagi ini tidak efisien.”

Baca juga: Depok Mau Gabung Jakarta, Wali Kota Idris Singgung Persoalan Konvensional yang Tak Kunjung Rampung

“Jadi kalau ada satu komando dan semuanya dalam satu aturan, satu sistem, realisasi programnya itu relatif akan lebih mudah,” timpalnya.

Persoalan banjir di wilayah penyangga yang beririsan dengan Jakarta juga akan selesai menurut Idris.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat meninjau vaksinasi di Kantor Kecamatan Cimanggis, Senin (28/3/2022).
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat meninjau vaksinasi di Kantor Kecamatan Cimanggis, Senin (28/3/2022). (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)

“Untuk daerah penyangga misalnya Depok punya 26 situ, nah Gubernur DKI punya kebijakan misalnya yang beririsan langsung dengan banjir di Kota Depok dengan Jakarta, misalnya Cimanggis dengan Jakarta timur adalah sungai ini dan setu ini, tahun depan kita tata supaya mengurangi banjir di Jakarta timur. Seperti itu salah satu contohnya,” beber Idris.

Kemudian tentang sampah. Idris mengatakan persoalan tak pernah selesai dan bahkan hingga beberapa kali menyebabkan konflik saling menyalahkan.

“Kemudian masalah sampah begitu juga sama, selama ini sampah sampai numpang dulu, sampai ada permasalahan Bantar Gebang misalnya. Wajar lah Wali Kota Bekasi yang punya tanah mengatakan masyarakatnya terganggu dengan sampah orang Jakarta.

Nah kalau satu komando kan misalnya yuk di Depok kita bikin bagian mana TPA nya. Itu dari sisi ekonomi ya,” tuturnya.

Baca juga: Warganya Nongkrong di Jakarta, Wakil Wali Kota Depok Pamer Alun-Alun: Se-Indonesia Paling Keren

Terakhir, Idris bicara soal keuntungan dari sisi kesejahteraan.

“Dari sisi kesejahteraan dan pemberdayaan itu sangat luar biasa nanti, saling menopang. Depok itu 70 persen adalah usia muda, nah itu bisa dimanfaatkan, saya gak tahu kalau data Bekasi dan lainnya,” ucap Idris.

“Misalnya dalam hal pembangunan perekonomian, kita jadikan di Depok untuk wilayah pembangunan pemukiman. Jakarta itu pusat pemerintahan, perdagangan, dan perekonomian.

Nah di Depok itu misalnya bikin apartemen-apartemen untuk hunian. Kemudian Bekasi jadi apa, dan Tangsel seperti apa,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved