Depok Mau Gabung Jakarta, Wali Kota Idris Sebut Butuh Birokrasi yang Luar Biasa: Gak Sim Salabim

Wacana bergabungnya Kota Depok ke Provinsi DKI Jakarta tengah menjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan ini.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Kantor Kecamatan Cimanggis, Senin (28/3/2022). Wacana bergabungnya Kota Depok ke Provinsi DKI Jakarta tengah menjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wacana bergabungnya Kota Depok ke Provinsi DKI Jakarta tengah menjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan ini.

Dalam rilis video resminya, Wali Kota Depok Mohammad Idris, mengatakan bahwa wacana tersebut barulah ide, dan kewenangan sepenuhnya ada di pemerintah pusat.

“Masalah penggabungan (kota) ya istilah merger gitu, bukan kewenangan kami, ini hanya ide saja dan semua kewenangan dari pusat dalam hal ini dibicarakan di DPR RI misalnya. Pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat, Kemendagri, misalnya memberikan masukan kajian,” ujar Idris dalam rilis berbentuk video, Jumat (15/7/2022).

Idris mengatakan, bergabungnya dua kota menjadi membutuhkan birokrasi yang ‘luar biasa’.

“Gak sim salabim juga karena itu membutuhkan birokrasi yang luar biasa ketika dua kota di merger dalam satu kota. Nah ini kajiannya harus detail, lebih tajam dan mengundang seluruh profesional,” ungkapnya.

Baca juga: Depok Mau Gabung Jakarta, Wali Kota Idris Bicara Keuntunganannya: Banyak Sekali Benefitnya

Bicara dari sisi siap atau tidaknya Kota Depok bilamana nantinya terealisasi bergabung ke DKI Jakarta, Idris berujar ini.

“Kalau dari sisi persiapan, menurut saya bukan dari satu-satu kota ditanya siapa atau enggak.

Kolase Foto Monas dan Wali Kota Depok Muhammad Idris.
Kolase Foto Monas dan Wali Kota Depok Muhammad Idris. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma dan Kompas/Kristianto Purnomo)

Tapi dari sisi misalnya budaya, cocok gak budaya Depok dimasukan ke Jakarta.

Kemudian dari masalah ekosistem lingkungan, misalnya tadi masalah sungai yang mengalir ke Jakarta,” bebernya.

“Kemudian situ- situ ada kaitannya gak dengan masalah banjir di Jakarta.

Nah ini kan sebuah realita lingkungan yang harus dimasukan dalam pertimbangan untuk mengambil sebuah kebijakan,” timpal Idris.

Baca juga: Depok Mau Gabung Jakarta, Wali Kota Idris Singgung Persoalan Konvensional yang Tak Kunjung Rampung

Terakhir, orang nomor satu di Kota Depok ini juga berbicara tentang tentang potensi yang dimiliki kota-kota penyangga ini bilamana nantinya bergabung ke Jakarta.

“Kemudian potensi, nah potensi Depok misalnya kita ingin menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian yang base nya adalah kota hijau.

Nah ini Depok sangat potensial untuk menjadi kota hijau, untuk menjadi lingkungan yang asri.

Kemudian Bekasi jadi kota industrinya, sehingga izin-izin industri tidak ada lagi di Depok. Kemudian Tangsel jadi kota apa nantinya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved