Penemuan Bayi di Kali ciliwung

Kasus Pengusiran Keluarga Mahasiswi Pembuang Bayi Belum Ada Titik Temu, Keluarga Tidak Tenang

Sebab, berdasar surat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, AM dan keluarga harus mengosongkan unit rusun paling lambat 15 Juli

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
AM (49), ayahanda dari mahasiswi pembuang bayi di Kali Ciliwung berinisial MS (19), saat memberi keterangan pengusiran dirinya dari tempat tinggal di unit Rusun, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (2/7/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Penyelesaian masalah pengusiran keluarga MS (19), mahasiswi pembuang bayi, dari satu Rusun di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, masih buntu.

Ayah MS, AM (49) mengatakan sejak keluarganya menerima surat pemutusan sewa dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta hingga kini, belum titik temu penyelesaian masalah.

Meski ia AM dan keluarganya saat ini masih tinggal di unit Rusun, tapi dia mengaku tidak tenang karena pemutusan sewanya belum dibatalkan secara resmi oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Ya (belum tenang). Saya belum dapat kabar," kata AM saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2022).

Sebab, berdasar surat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, AM dan keluarga harus mengosongkan unit rusun paling lambat 15 Juli 2022.

Baca juga: Keluarga Mahasiswi Pembuang Bayi Terusir dari Rumahnya, Wagub DKI:Aturannya Begitu, Kami Cari Solusi

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi kasus AM kepada Kepala UPRS Wilayah I, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Dwiyanti Chotifah.

Tapi hingga berita ditulis, Dwiyanti tidak memberi jawaban terkait penyelesaian masalah pemutusan sewa kepada keluarga AM yang kini sedang mengasuh anak dari MS.

Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022).
Suasana haru mewarnai pernikahan tersangka mahasiswi pembuangan bayi, MS (19) dan kekasihnya, NL, di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Sebelumnya, sewa unit Rusun yang dihuni AM bersama keluarganya selama tujuh tahun diputus Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta selaku pengelola Rusun.

Penyebabnya karena anak perempuan AM, MS (19) ditetapkan jadi tersangka pembuangan bayi yang ditemukan warga di Kali Ciliwung, Kecamatan Jatinegara pada 1 Juni 2022 lalu.

AM mengatakan pengusiran keluarganya dari unit Rusun berawal saat mendapat surat panggilan klarifikasi dari Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana (UPRS) Wilayah I.

"Mereka (pengelola Rusun) menilai bahwa ada unsur dari pihak keluarga saya, anak saya menurut pendapat mereka menyangkut kriminalitas," kata AM di Jakarta Timur, Sabtu (2/7/2022).

Baca juga: Terselip Tujuan dan Pesan Mulia di Balik Pernikahan Mahasiswi Pembuang Bayi di Kantor Polisi 

AM membenarkan bila anaknya kini ditahan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur atas kasus pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan yang tidak lain cucunya.

Namun menurut penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur yang disebut AM ikut dalam pertemuan dengan pengelola Rusun, kasus dilakukan MS bukan tindak kriminal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved