Lihat Anaknya Dilantik Jokowi Jadi Perwira Remaja TNI, Petani Ini Nangis Ceritakan Perjuangannya

Sepasang suami istri asal Kota Salatiga, Jawa Tengah, ikut menghadiri upacara penerimaan ratusan perwira remaja di Markas Besar Angkatan Darat.

Tribunnews.com
Mahmud (61), ayah Letda Akhmad Athiq menyeka air mata saat menceritakan perjalanan anaknya menjadi Perwira Remaja di Mabesad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2022). Dia mengaku sempat berjualan es lilin dan rumput untuk pendidikan sang anak. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sepasang suami istri asal Kota Salatiga, Jawa Tengah, ikut menghadiri upacara penerimaan ratusan perwira remaja di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/7).

Mereka adalah Mahmud dan Siti Muwanah.

Jauh-jauh dari Jawa Tengah, Mahmud dan Siti datang untuk menyambut putra mereka yang pagi kemarin dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi perwira remaja TNI.

Dia adalah Letnan Dua (Letda) Akhmad Athiq. Letda Akhmad merupakan satu dari total total 292 perwira remaja yang diterima Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Mahmud kemudian bercerita perjalanan dirinya bisa menyekolahkan sang anak hingga akhirnya menyandang pangkat Letnan Dua atau Letda di jajaran TNI Angkatan Darat.

Baca juga: Satu Keluarga di Tangerang Jadi Korban Ledakan Gas 12 Kg, 5 Rumah Hancur Atap Melayang Belasan Meter

Pria 61 tahun itu mengaku pernah berjualan es lilin pada tahun 1985.

Es yang dijualnya seharga Rp20 itu dititipkan ke warung-warung dekat rumahnya pada pagi hari.

Kemudian sore harinya dia kembali untuk mengambil hasil dari es yang telah terjual.

Usaha itu digelutinya selama lima tahun, hingga 1990. Ayah tiga anak itu melanjutkan, dari setiap hari penjualan es lilin, ia mendapat untung Rp80. Kemudian keuntungan tersebut selalu ditabung istri hingga terkumpul Rp500.

Setelah tabungannya terkumpul, Mahmud kemudian mencoba berdagang rumput dengan modal Rp50 ribu. Rumput-rumput itu disetor ke peternakan milik Ibu Tien, Istri Pesiden Soeahrto kala itu.

Baca juga: 8 Provinsi yang Terapkan Pemutihan Pajak Kendaraan 2022, Ini Jadwal, Syarat dan Mekanismenya

“Bertahan sampai 4 tahun, dengan untung saya dari ba'da subuh sampai sore hari itu Rp10 ribu,” ucapnya.

Semua pekerjaan sudah dijalaninya. Tapi saat ini, Mahmud bekerja sebagai petani yang sehari-hari menghabiskan waktu di sawah.

 "Sekarang di rumah sambil tani di kebun, di sawah gitu," katanya.

Mahmud kembali bercerita bahwa anak bungsunya, Letda Akhmad sempat gagal mengikuti tes masuk Akademi Militer.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved