Polisi Cek TKP Dugaan Penggelapan Barang Milik Pengusaha Mobil Bekas di Perbelanjaan Mangga Dua

Polres Metro Jakarta Utara mengecek tempat kejadian perkara kasus dugaan penggelapan di perbelanjaan Mangga Dua, Senin (18/7/2022).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Anggota Polres Metro Jakarta Utara mengecek tempat kejadian perkara kasus dugaan penggelapan barang milik pengusaha mobil bekasi yang disita pengelola di pusat perbelanjaan Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (18/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Polres Metro Jakarta Utara mengecek tempat kejadian perkara kasus dugaan penggelapan di perbelanjaan Mangga Dua, Senin (18/7/2022).

Polisi mendatangi dua gudang di lantai 3 pusat perbelanjaan tersebut yang menjadi tempat disitanya barang-barang milik pengusaha mobil bekas oleh pihak pengelola.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, beberapa anggota Polres Metro Jakarta Utara berpakaian hitam-putih mengecek dua gudang tersebut.

Polisi membuka rolling door gudang dan mendapati sejumlah barang ditumpuk di sana, seperti kursi, meja kerja, velg, dan lainnya.

Selain itu, polisi juga mengecek area penjualan mobil bekas yang berada di sana.

Baca juga: Kronologi Nurdin Abdullah Dijemput KPK, Juru Bicara Bantah OTT: Tak Ada Penyitaan Barang Bukti

Setelah mengecek TKP sekitar satu jam, polisi akhirnya meninggalkan lokasi namun enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Sementara pemilik salah satu showroom mobil bekas sekaligus pelapor, YN, mengatakan kunjungan polisi untuk menindaklanjuti laporannya soal dugaan kasus penggelapan.

"Polisi hari ini datang untuk menindaklanjuti laporan dugaan kasus penggelapan yang ada diMangga Dua ini," kata YN di lokasi, Senin petang.

Menurut YN, beberapa waktu lalu pihak pengelola alias terlapor menahan barang-barang miliknya.

Barang-barang berharga milik YN seperti kursi serta meja kerja hingga velg dan ban mobil tidak bisa dikeluarkan dari dalam dua gudang tersebut.

"Jadi laporan itu mengenai uang buat sewa saya dan barang-barang saya dikuasai secara sepihak," kata YN.

"Saya kan buka usaha di sini, jual mobil, sewa tidak boleh diperpanjang, uang yang sudah dibayar buat perpanjang tidak diakui dan juga tidak dikembalikan dan barang-barang saya juga ditahan, jadi tidak bisa dikeluarkan," keluhnya lagi.

Hingga hari ini, pelapor mengaku belum menerima alasan jelas dari pengelola terkait penahanan barang-barang milik tempat usahanya itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved