475 Pekerja Migran Lulusan SMA Diterbangkan ke Korea Selatan, Bakal Dipekerjakan di Bidang Ini

Ia melanjutkan, selama tahun 2022 hingga saat ini, BP2MI sudah memberangkatkan sebanyak 71.206 PMI ke negara lain di seluruh dunia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas keberangkatan ratusan pekera migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (18/7/2022) tengah malam. Mereka rencananya akan dipekerjakan di bidang perikanan di Korea Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas ratusan pekera migran Indonesia (PMI) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (18/7/2022) tengah malam.

Pada hari tersebut ada 245 PMI yang diterbangkan ke Korea Selatan.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyebutkan ratusan PMI yang diterbangkan ke Korea Selatan itu atas kerja sama government to government (G to G).

Nantinya mereka akan bekerja di bidang manufaktur dan perikanan.

"Kalau ditotal dari 1 januari hingga 17 juli 2022 dengan keberangkatan yang G to G Korea Selatan itu asa 475 PMI," jelas Benny di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/7/2022) malam.

Baca juga: Lepas 475 Calon PMI ke Korea Selatan, BP2MI Jamin Perlindungan dari Ujung Rambut Sampai Kaki

Menurutnya, pihak BP2MI melihat sektor-sektor lapangan pekerjaan yang dapat diisi oleh PMI di Korea Selatan.

Sebab, ratusan PMI yang dilepas malam ini rata-rata merupakan lulusan SMA.

"Rata-rata mereka SMA. Itu yang saya katakan, bahwa negara mau menempatkan dan berorientasi kepada sektor formal, tahun-tahun kita akan kurangi sektor domestik. Jadi, lebih kepada mereka di mana lebih milik keahlian, kompetensi, keahlian," papar Benny.

Baca juga: Meski 2021 Masih Pandemi, 400 Ribu WNI Pergi ke Luar Negeri Melalui Bandara Soekarno-Hatta

Ia melanjutkan, selama tahun 2022 hingga saat ini, BP2MI sudah memberangkatkan sebanyak 71.206 PMI ke negara lain di seluruh dunia.

Dari angka tersebut, sambung Benny, mengalami kenaikan alias meningkat bila dibanding 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2021, BP2MI hanya memberangkatkan total 73 ribu PMI.

"Tahun 2021 lalu, penempatan kita satu tahun hanya 73.000, nah ini baru dari Januari sampai Juli sudah 71.206. Kita punya keyakinan tahun 2022 bisa mencapai 150.000 minimal," pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved