Buat Bocah SD Depresi Sampai Meninggal Dipaksa Setubuhi Kucing, Para Pelaku Datangi Rumah Korban

F dipaksa untuk bersetubuh dengan kucing sambil direkam pelaku. Sudah bikin korban menderita, pelaku lalu minta maaf bawa keluarga.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Bocah SD jadi korban perundungan teman-temannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Puncaknya dipaksa menyetubuhi kucing lalu direkam hingga rekaman tersebut tersebut. Akibatnya korban menjadi depresi dan meninggal dunia. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Buat bocah berinisial F (11) meninggal dunia karena depresi dipaksa menyetubuhi kucing, para pelaku kemudian datangi rumah korban bawa keluarganya.

Semasa hidup, F kerap menjadi korban bully hingga penganiayaan yang dilakukan 4 orang temannya tersebut.

Puncaknya ketika F dipaksa untuk bersetubuh dengan kucing sambil direkam pelaku lalu rekaman tersebut disebar di media sosial.

F seketika depresi hingga tak mau makan dan minum ketika diminta orangtuanya.

Sampai akhirnya F menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengeluh sakit tenggorokan lalu menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Dugaan Perundungan Pelajar Terjadi di Depok, Korban dan Pelaku Anak Berkebutuhan Khusus

Peristiwa miris ini terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ibu kandung F, T (39) menceritakan kronologi yang menyebabkan anaknya depresi kemudian meninggal dunia.

Rekaman F ketika dipaksa menyetubuhi kucing rupanya sudah kadung disebar oleh para pelaku.

Ilustrasi bullying. Seorang bocah SD jadi korban bullyng di Tasikmalaya.
Ilustrasi bullying. Seorang bocah SD jadi korban bullyng di Tasikmalaya. (ISTIMEWA/worldofbuzz.com)

T mengetahui rekaman tersebut dari tetangganya, bukan dari sang anak.

Ketika rekaman itu tersebar, T menyebut sang anak mulai memperlihatkan tanda depresi.

"Saya awalnya tahu rekaman itu dari tetangga dan tidak langsung di anak saya. Sejak saat itu anak saya jadi depresi," jelas T saat dihubungi Kompas.com lewat Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Kamis (21/7/2022).

Melihat rekaman tersebut, T langsung bertanya siapa pelaku yang tega melakukan hal tersebut.

F terlihat ketakutan, mulutnya tak sanggup mengungkap para pelaku saking jahatnya yang mereka lakukan.

F tetap diam ketika sang ibunda beberapa kali memaksa untuk membongkar pelaku pembullynya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved