Sisi Lain Metropolitan

Benteng Martello Masih Berdiri di Pulau Kelor: Dulu Batu Bata Dicongkel dan Meriam Dijual Warga

Benteng Martello di Pulau Kelor masih bisa terlihat meski kini sudah pada bocel-bocel akibat ulah warga di tahun 1968. Barang berharga dijual.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Pesona sisa-sisa Benteng Martello yang berusia ratusan tahun masih berdiri di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (16/7/2022). Benteng Martello di Pulau Kelor masih bisa terlihat meski kini sudah pada bocel-bocel akibat ulah warga di tahun 1968. Barang berharga dijual. 

"Sekarang udah rapi ya, bangunan ini di bawah UPT Museum Kebaharian Jakarta," pungkas Asep.

Pulau Kelor punya Martello

Setelah dijadikan pemakaman, pulau ini kemudian didirikan sebuah benteng.

Benteng Martello di Pulau Kelor diambil dari kejauhan pada Sabtu (16/7/2022).
Benteng Martello di Pulau Kelor diambil dari kejauhan pada Sabtu (16/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Benteng itu bernama Martello.

"Kemungkinan pemakaman dulu dibuat di Pulau Kelor karena orang Belanda datang ke sini dari tahun 1600-an. Baru kemudian dibangun benteng," kata Asep.

Benteng yang dibangun Belanda pada awal abad ke-19 ini pernah dilengkapi senjata yang terbilang canggih.

Pucuk meriam yang bertengger di atas menara benteng bisa berputar 360 derajat.

Benteng ini dibangun Belanda sekitar tahun 1850 yang berfungsi sebagai sistem pertahanan laut kota Batavia.

Benteng bulat itu mengawasi kapal-kapal yang melintas menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, yang konon menjadi bandar termegah se-Asia.

Sejarawan, Asep Kambali sedang menerangkan terkait sejarah Pulau Kelor di belakang Benteng Martello, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (16/7/2022)
Sejarawan, Asep Kambali sedang menerangkan terkait sejarah Pulau Kelor di belakang Benteng Martello, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (16/7/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Bola-bola meriam segede kepala manusia dilesakkan dari moncong meriam menembus dinding-dinding kapal hingga bolong.

Dari menara setinggi 9 meter kala itu, banyak disaksikan kapal-kapal yang rebah ke dasar laut akibat ulah meriam itu.

Benteng ini memiliki diameter luar sepanjang 14 meter serta tebal dinding 2,5 meter. 

Ribuan batu bata merah yang disusun menjadi benteng anggun ini diproduksi orang pribumi.

Baca juga: Kisah Pulau Kelor: Jadi Tempat Buang Mayat hingga Lokasi Akad Nikah Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan

Benteng Martello dulu juga sempat dibangun di Pulau Onrust, Pulau Cipir dan Pulau Bidadari.

Namun, sisa bangunan benteng ini hanya bisa dilihat di Pulau Bidadari dan Pulau Kelor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved