Food Story

Cerita Pasutri di Jakarta Barat Bisa Naik Haji hingga Bangun Rumah Berkat Julan Martabak Jablay

Berkat usaha Martabak Jablay sejak tahun 90-an, derajat Sugandi dan istrinya Sumaryati terangkat.

Satrio Sarwo Trengginas/TribunJakarta.com
Indra (baju merah) sedang menggoreng martabak Jablay di warungnya di Gang Kancil, Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (21/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Berkat usaha Martabak Jablay sejak tahun 90-an, derajat Sugandi dan istrinya Sumaryati terangkat.

Mereka bisa membeli rumah, kendaraan bahkan naik haji. Hal itu diceritakan oleh Indra, anaknya sekaligus penerus usaha itu.

"Hasil jualan dari sini (Martabak Jablay) bisa bangun rumah, kendaraan hingga haji dan 2 kali umrah," katanya saat ditemui TribunJakarta.com  di Gang Kancil, Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Kamis (21/7/2022).

Bahkan, semenjak kedua pasangan suami istri itu telah tiada, rezeki terus mengalir ke Indra dari usaha Martabak Jablay.

"Alhamdulilah kita juga penerusnya kebagian lah dari segi pendapatan," tambahnya.

Baca juga: Si Lembut Martabak Jablay di Gang Kancil Jakarta Barat: Perempuan Malam Jadi Pelanggan Setia

Gorengan berisi telur ini sebenarnya bermula dari hasil kreasi Sumaryati.

Ia mencoba-coba sendiri membuat martabak untuk dijual.

"Ini kreasi keluarga sendiri. Origina bukan produk tiruan. Makanya alhamdulilah bertahan kurang lebih 30 tahun lebih," lanjut Indra.

Komposisi martabak ini sederhana saja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved