Anggota DPRD DKI Kenneth: Pemprov Harus Gandeng Penegak Hukum Soal Pelanggar Pengambilan Air Tanah

Hardiyanto Kenneth menyayangkan pernyataan orang nomor satu di Jakarta itu terkait dengan masalah buruknya udara di ibu kota.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyebut Pemprov DKI Jakarta harus berani mengambil langkah yang ekstrem untuk penanganan udara yang buruk seperti melakukan pembatasan mobilitas warga kota di tengah masa pandemi Covid-19 yang saat ini kembali meningkat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyayangkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait masalah buruknya udara di ibu kota.

Diketahui, Anies Baswedan mengatakan jika udara dan angin tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga tak hanya diam di satu tempat.

Anies pun mengajak agar seluruh pihak bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini.

"Bagaimana mau minta semuanya mengambil peranan dalam mengatasi polusi dan ancaman tenggelam, lha wong cara ngomong gubernurnya saja enggak jelas, jangan banyak bicara seperti orang mendongeng," kata Kenneth dalam keterangan persnya, Senin (25/7/2022).

"Berbicaralah yang cakap dan menghasilkan solusi yang baik untuk masalah tersebut," tambahnya.

Mengutip laman IQAir, udara di Jakarta sejak Jumat (22/7/2022) hingga Senin (25/7/2022) tidak dalam kondisi sehat.

Baca juga: Masa Jabatan Anies Tinggal Setahun Lagi, Anggota DPRD DKI Kent: Sudah Batalkan dan Lupakan Formula E

Indeks pencemaran udara di Ibu Kota berada di angka 121 hingga 124 dan masuk dalam kategori tidak sehat.

"Masalah polusi harus ditangani dengan serius dan tidak main-main, karena buruknya kualitas udara bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Penanganan tentang polusi udara ini harus menjadi program prioritas, seperti banjir yang harus segera ditangani dan di carikan solusinya oleh Pemprov DKI," tegas Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth sangat menyayangkan adanya dugaan skandal di lembaga penghimpun dana umat itu.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth sangat menyayangkan adanya dugaan skandal di lembaga penghimpun dana umat itu. (Istimewa)

Pria yang kerap disapa Bang Kent itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta harus berani mengambil langkah yang ekstrem untuk penanganan udara yang buruk seperti melakukan pembatasan mobilitas warga kota di tengah masa pandemi Covid-19 yang saat ini kembali meningkat.

Kemudian, mendorong terus Work From Home (WFH) sebagai budaya baru sehingga tidak semua pekerja harus ke kantor.

"Pak Anies harus berani mengambil langkah terobosan dalam menangani permasalahan udara buruk yang di Jakarta, seperti pembatasan pergerakan kendaraan pribadi, penerapan jalan berbayar elektronik dan e-parking progresif, selain melakukan penerapan persyaratan uji emisi kendaraan," tegas Kent.

Saat ini, kata Bang Kent, Pemprov DKI Jakarta belum mempunyai terobosan yang signifikan dalam menyingkapi permasalahan polusi udara di ibu kota.

"Pak Anies tidak ada terobosan yang signifikan dalam menyingkapi permasalahan polusi udara ini, enggak bisa hanya main uji emisi aja, pemakaian kendaraan yang sudah tidak layak juga harus ada sanksi yang jelas juga," tegas Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.

Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemprov Gelar Operasi Yustisi untuk Mendata Warga Pendatang Baru
Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemprov Gelar Operasi Yustisi untuk Mendata Warga Pendatang Baru (Istimewa)

Tak hanya itu, Kent meminta kepada Gubernur Anies Baswedan agar sering terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di sejumlah pabrik atau perusahaan yang mempunyai cerobong asap lebih dari 1, pasalnya hal itu juga merupakan salah satu penyumbang buruknya kualitas udara di Jakarta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved