Sampah Menumpuk di Kali Licin Bikin Banjir, Petugas Evakuasi Sampai Terjun ke Kolong Jembatan

Perjuangan petugas SDA Depok saat mengatasi persoalan banjir sampai rela terjun ke ke kolong jembatan untuk mengevakuasi sampah.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Instagram @dinaspupr_depok
Perjuangan petugas SDA Depok saat mengatasi persoalan banjir sampai rela terjun ke ke kolong jembatan untuk mengevakuasi sampah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Perjuangan berat dilakukan oleh para petugas Sumber Daya Air (SDA) dari Dinas PUPR Kota Depok, saat mengatasi persoalan banjir di kawasan Jembatan Mampang, Pancoran Mas, pada Senin (215/7/2022) kemarin.

Beberapa dari petugas ini, harus terjun ke ke kolong jembatan untuk mengevakuasi sampah-sampah ranting dan batang pohon berukuran besar agar air aliran Kali Licin kembali mengalir dan tak menggenangi jalan serta pemukiman warga.

Setelah air kembali mengalir, pekerjaan mereka selanjutnya adalah mengevakuasi sampah-sampah berukuran besar tersebut ke daratan untuk nantinya diangkut menggunakan mobil truk.

Aksi para petugas ini pun direkam dan diunggah di akun Instagram @dinaspupur_depok. Dalam video yang diunggah, nampak beberapa petugas berada di kolong jembatan.

Setengah badan para petugas pun terendam aliran kali, dan tak jarang tertabrak sampah yang hanyut terbawa arus.

Baca juga: Ini Penampakan Sampah yang Bikin Banjir Simpang Mampang Depok: Ada Tengkorak Kepala Sapi

“Ya Allah, Ya Allah,” teriak seorang petugas dalam unggahan video tersebut, Selasa (26/7/2022).

Sebelumnya diberitakan, Lurah Mampang, Darmawansyah, mengatakan, banjir ini merupakan persoalan yang ‘klasik’ di wilayahnya.

Banjir merendam pemukiman warga Mampang di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, akibat luapan air Kali Licin, Senin (25/7/2022).
Banjir merendam pemukiman warga Mampang di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, akibat luapan air Kali Licin, Senin (25/7/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

“Sebetulnya klasik permasalahannya, yaitu buang sampah sembarangan seperti batang pohon yang berukuran besar dibuang sembarangan dan tersumbat disini,” jelasnya pada wartawan di lokasi, Senin (25/7/2022) kemarin.

“Saya yakin itu (sampah) asalnya dari hulu bukan dari warga Mampang, karena kami selalu sosialisasi kepada warga yang ada di bantaran Kali Licin ini untuk tidak membuang sampah ke kali dan itu mereka sangat mengerti, jadi permasalahannya ini dari hulu,” timpalnya.

Lebih lanjut, Darmawansyah mengatakan pihaknya akan membuat sodetan untuk mengatasi banjir ini.

“Kita juga gak ada sortiran sampah yang mengalir secara alami ini. Jadi alternatif cara yang akan kita lakukan nantinya akan membuat sodetan di seberang jalan ini di ujung Jalan Pramuka II menuju sini,” bebernya.

Baca juga: Penuh Sampah dan Lumpur, Saluran Air 680 Meter di Bandengan Dikuras Antisipasi Musim Hujan

“Alternatif berikutnya kita akan meninggikan  jalan raya yang ada di pinggir masjid, tapi kan ini jalan nasional tentunya harus ada persetujuan dari badan pengelola transportasi jalan, harus ada persetujuan dari PUPR pusat. Memang disini sangat prosedural,” pungkasnya.

300 KK Kena Dampak Luapan Kali Licin

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved