Citayam Fashion Week Disebut Tempat Kumpul Kaum LGBT, Remaja SCBD Beberkan Munculnya Pria Kemayu

Menurutnya, hal ini yang menyebabkan siapa saja bisa datang ke Citayam Fashion Week untuk mengekspresikan diri, termaksud dengan pria kemayu.

Pebby Ade Liana/TribunJakarta.com
Valerie-Veronika Catwalk di Citayam Fashion Week, Ramai Banget Sama Remaja SCBD. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, DUKUH ATAS - Polemik atas munculnya dampak fenomena Citayam Fashion Week di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, masih terus berlangsung.


Selain menimbulkan gangguan ketertiban, kebersihan, bikin macet, parkir liar dan menyalahgunakan fungsi zebra cross, belakangan munculnya Citayam Fashion Week juga d Dukuh Atas dinilai jadi tempat kumpul orang-orang berperilaku penyimpangan orientasi seksual seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT.

Hal itu ditunjukkan dengan mulai banyaknya pria kemayu, mulai ABG hingga orang dewasa, yang nongkrong seputaran Dukuh Atas hingga berlenggak-lenggok di atas zebra cross arena Citayam Fashion Week.

Padahal, mulanya fenomena Citayam Fashion Week di Dukuh Atas muncul dari sejumlah remaja asal Citayam Bojonggede dan Depok yang sekadar nongkrong, mejeng cari gebetan, hingga adu outfit.

Baca juga: Geger Fenomena Citayam Fashion Week, PKS: Waspada Kaum LGBT!

Salah satu remaja SCBD (plesetan kawasan Sudirman Citayam Bojonggede Depok) bernama Aji Maulana atau Jibon mengakui, belakangan banyak pria kemayu yang datang berbusana wanita ke Citayam Fashion Week ke kawasan Dukuh Atas ini. 

Para warga dari berbagai latar belakang berdatangan dengan tampilan outfit berbeda-beda seiring viralnya Citayam Fashion Week di media sosial. 


Memanfaatkan viralnya fenomena Citayam Fashion Week membuat banyak orang semakin bebas untuk berekspresi.

Miss Fancy (kanan) melakukan catwalk di Citayam Fashion Week, kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2022). Kostum yang dikenakannya terinspirasi videoklip Agnes Mo. 
Miss Fancy (kanan) melakukan catwalk di Citayam Fashion Week, kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2022). Kostum yang dikenakannya terinspirasi videoklip Agnes Mo.  (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah)


Tak hanya remaja SCBD saja. kini Citayam Fashion Week juga diramaikan oleh banyak orang dari Jakarta hingga dari daerah lainnya.


Menurutnya, hal ini yang menyebabkan siapa saja bisa datang ke Citayam Fashion Week untuk mengekspresikan diri, termaksud dengan pria kemayu.


"Sebelum viral, paling yang anak-anak tongkrongan-tongkrongan biasa doang. Kayak kita-kita doang. Dulu belum banyak, kayaknya baru banyak sekarang," kata Aji kepada TribunJakarta.com di kawasan Dukuh Atas, Selasa (26/7/2022).

Aji mengaku, tak mau ambil pusing dengan gaya dan penampilan masing-masing orang yang datang ke Citayam Fashion Week.

Baca juga: Bonge Cs Siap-siap Gigit Jari, Petugas Blokade Zebra Cross Citayam Fashion Week di Dukuh Atas


Meski begitu, ia juga mengaku tak terlalu mempermasalahkan atas rencana Pemprov DKI Jakarta menertibkan masalah dampak Citayam Fashion Week, termasuk pria kemayu atau kaum LGBT.

"Masing-masing aja. Kalau ditertibkan, keberatan sih engga, saya sendiri gak keberatan,"

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved