Tak Kapok, Residivis Ini Malah Kembali Berulah Buat dan Edarkan Uang Palsu di Depok

Tak kapok pernah di penjara, Adi Mansur yang berstatus residivis malah kembali beraksi memproduksi dan mengedarkan uang palsu di Kota Depok.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri) didampingi Wakasat Reskrim Polrestro Depok Kompol Supriyadi (kanan), menunjukan barang bukti yang diamankan dari pelaku, Kamis (28/7/2022). Tak kapok pernah di penjara, Adi Mansur yang berstatus residivis malah kembali beraksi memproduksi dan mengedarkan uang palsu di Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Tak kapok pernah menjalani masa hukuman penjara dua tahun lamanya, Adi Mansur yang berstatus residivis malah kembali beraksi memproduksi dan mengedarkan uang palsu di Kota Depok.

Kali ini, ia berkomplot dengan Riza Garnita dan seorang wanita bernama Novi, yang berperan sebagai pengedar.

"Yang namanya Adi Mansur ini pernah kita lakukan penangkapan juga atas kasus yang sama," ujar Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, saat memimpin ungkap kasusnya, Kamis (28/7/2022).

"Sempat menjalani hukuman dua tahun dan setelah itu kembali berbuat," ungkapnya.

Dari pengakuannya, kawanan sindikat ini baru beraksi selama tiga bulan.

Baca juga: Sindikat Pengedar dan Pembuat Uang Palsu di Depok Diringkus Polisi, Barang Bukti Capai Ratusan Juta

Imran menuturkan, terbongkarnya aksi kriminal ini bermula ketika pihaknya menerima laporan adanya dugaan peredaran uang palsu.

Dari informasi tersebut, petugas pun melakukan pendalam dan memancing pelaku Novi untuk bertransaksi.

Barang bukti yang diamankan dari kawanan sindikat pelaku uang palsu, Kamis (28/7/2022).
Barang bukti yang diamankan dari kawanan sindikat pelaku uang palsu, Kamis (28/7/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Dari informasi yang didapat, anggota kami memancing untuk transaksi uang palsu ini," kata Imran.

"Pertama kami amankan atas nama Novi, dan kemudian dilakukan pengembangan ke Tegal dan diamankan atas nama Adi Mansur dan Riza Garnita. Keduanya ditangkap di Tegal," sambungnya.

Dari penangkapan pelaku, petugas pun menyita uang palsu senilai Rp 317 juta.

Baca juga: Seorang Pemuda Coba Gunakan Uang Palsu Saat Beli Rokok, Emak Penjual Warung Ini Nyaris Ketipu

"Uang palsu yang kami amankan totalnya Rp 317 juta. Semuanya pecahan Rp 100 ribu," bebernya.

Terakhir, Imran mengatakan ketiga pelaku terancam dijerat Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Pasal 55 KUHP, ancaman pidana penjara paling 15 tahun," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved