Kabar Artis

Dilaporkan Kasus Penyekapan, Polres Jaksel Pastikan Tak Akan Jemput Paksa Nindy Ayunda

Polisi memastikan tidak melakukan penjemputan paksa terhadap artis Nindy Ayunda terkait kasus dugaan penyekapan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Kompas.com/Sonya Theresa Debora
Penyanyi Nindy Ayunda usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus narkoba yang menjerat suaminya di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/1/2021). Polisi memastikan tidak melakukan penjemputan paksa terhadap artis Nindy Ayunda terkait kasus dugaan penyekapan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi memastikan tidak melakukan penjemputan paksa terhadap artis Nindy Ayunda terkait kasus dugaan penyekapan.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan, Nindy Ayunda datang sendiri ke Polres Jaksel tanpa dijemput.

"Tidak ada, tidak ada penjemputan paksa. Saudari N datang sendiri ke Polres Jakarta Selatan," kata Nurma kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2022).

Nurma menjelaskan, Nindy Ayunda datang ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (28/7/2022) malam.

Nindy Ayunda memenuhi panggilan penyidik kepolisian setelah dua kali mangkir.

Baca juga: Diperiksa Polisi, Nindy Ayunda Masih Berstatus Saksi Kasus Dugaan Penyekapan

Nindy masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

"Saudari N semalam sudah datang ke Polres Jakarta Selatan," ucap Nurma.

Menurut Nurma, Nindy Ayunda tidak menjelaskan alasan dirinya mangkir dari dua panggilan sebelumnya.

Kolase Foton: Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi dan Nindy Ayunda
Kolase Foton: Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi dan Nindy Ayunda (Kolase Foto TribunJakarta)

"Dia tidak menjelaskan apa-apa," ujarnya.

Nindy dilaporkan Rini Diana, istri mantan sopir pribadinya, Sulaiman dengan pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. 

Laporan Rini Diana ditangani Polres Metro Jakarta Selatan dengan nomor laporan LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ.

Berdasarkan pasal yang disangkakan, Nindy Ayunda dapat diancam pidana hingga 8 tahun penjara.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved