Sewa Pembunuh Bayaran Buat Tembak Istri, Kopda Muslimin Kedapatan Nangis Sebelum Tewas

Kopda Muslimin mengerahkan lima pembunuh bayaran untuk menembak istrinya, Rina Wulandari. Kemudian beredar curhatan Kopda Muslimin sambil menangis.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Kolase Tribun Jakarta
Jadi otak percobaan pembunuhan istri, Kopda Muslimin curhat sambil menangis sebelum ditemukan tewas keracunan. 


TRIBUNJAKARTA.COM - Kopda Muslimin, otak penembakan istrinya kedapatan menangis sebelum akhirnya ditemukan tewas di rumah orangtuanya, Kamis (28/7/2022) pagi.

Sebelumnya, Kopda Muslimin mengerahkan lima pembunuh bayaran untuk menembak istrinya, Rina Wulandari.

Namun tembakan tersebut nyatanya tak membuat Rina Wulandari tutup usia.

Sebaliknya, Kopda Muslimin yang ditemukan tewas beberapa hari usai insiden penembakan yang diotakinya tersebut.

Tewas keracunan diduga akhiri hidup, Kopda Muslimin kedapatan menangis sempat curhat kepada pekerja di rumahnya, Kabul.

Baca juga: Sosok Kabul, Orang yang Dititipi Anak oleh Kopda Muslimin Sebelum Tewas Keracunan

Dalam curhatannya tersebut, Kopda Muslimin mengaku menyerah dan sudah tak kuat lagi.

Sementara Kabul berusaha menyemangati Kopda Muslimin agar tegar dan kembali menyelesaikan masalah yanga ada.

Tak menggubris ucapan Kabul, Kopda Muslimin justru menitipkan anak-anaknya kepada sang pekerjanya itu.

Beredar rekaman pesan suara Kopda Muslimin sebelum ditemukan tewas keracunan. Beri pesan terakhir ke Kabul, siapa sosok tersebut?
Beredar rekaman pesan suara Kopda Muslimin sebelum ditemukan tewas keracunan. Beri pesan terakhir ke Kabul, siapa sosok tersebut? (Kolase TribunJakarta)

Video curhatan Kopda Muslimin itu beredar di media sosial salah satunya diunggah akun Instagram Lambe Turah.

"Sudah telat Bul aku balik," kata Kopda Muslimin.

"Belum Pak, anak-anak butuh bapak loh Pak," ujar Kabul membujuk untuk pulang.

"Iya bapak juga tahu Bul, ada Keke, ada ibu bul, aku juga ngerti bul, ada (anaknya) masih kecil Bul, tolong dijaga ya bul," katanya sambil terisak.

"Iya pak pulang pak, mereka butuh bapak," kata Kabul terus membujuk.

"Kamu jadi om yang baik ya Bul, buat mereka Bul," kata Kopda Muslimin lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved