Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Beberapa Hari Sebelum Tewas di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J Suruh Kekasihnya Cari Pria Lain

Beberapa hari sebelum meninggal di rumah singgah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J ternyata meninggalkan pesan mengharukan untuk kekasih

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Tangkapan layar Brigadir J menangis saat video call dengan Vera Simanjuntak, kekasihnya. Foto mereka dalam satu frame diunggah Kamaruddin Simanjuntak di di laman Facebooknys. Sebelum tewas baku tembak dengan Bharada E di rumah di as Ferdy Sambo, Brigadir J menangis dan meminta Vera Simanjuntak mencari pria lain, seolah nasibnya bakal berakhir. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa hari sebelum meninggal dunia di rumah singgah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J ternyata meninggalkan pesan mengharukan untuk sang kekasih, Vera Simanjuntak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pengacara Brigadir J, Kamaruddin.

Mulanya Kammaruddin mengurai, Brigadir J telah mendapatkan ancaman pembunuhan sejak bulan Juni 2022.

TONTON JUGA

Terkahir, ancaman pembunuhan itu didapatnya pada Kamis (7/7/2022) atau sehari sebelum dirinya tewas.

Sosok pengancam membunuh Brigadir J sebelum tewas sudah diidentifikasi.

Kamaruddin menyebut sosok pengancam itu merupakan satu di antara sejumlah ajudan Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo dalam foto bersama.

Dalam foto tersebut, memang ada Brigadir J hingga Bharada E. Namun, Kamaruddin berkeyakinan bukan Bharada E yang melakukan pengancaman pembunuhan tersebut.

"Orang yang mengancam ini saya sudah kantongi namanya. Kalau pernah lihat sejumlah foto yang mereka foto bersama itu salah satu yang mengancam itu ada dalam foto itu. Yang jelas bukan Bharada E," kata Kamaruddin saat dihubungi, Senin (25/7/2022).

Seluruh ajudan Irjen Ferdy Sambo. Kini para ajudan tersebut dipanggil Komnas HAM dalam rangka menguak kasus kematian Brigadir J.
Seluruh ajudan Irjen Ferdy Sambo. Kini para ajudan tersebut dipanggil Komnas HAM dalam rangka menguak kasus kematian Brigadir J. (Tribunnews)

Baca juga: Di Depan Irjen Fadil Imran, Nyoman Edi Blak-blakan Alasanya Tega Edit Wikipedia Sang Kapolda

Kamaruddin lalu menilai aneh pernyataan polisi bahwa Brigadir J tewas ditembak oleh Bharaga E gara-gara masuk ke kamar istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi karena akan melakukan pelecehan seksual.

Jika itu benar, hal itu bertolak belakang dengan psikologis yang menyelimuti diri Brigadir J yang sudah menerima ancaman pembunuhan sejak Juni.

Karena itu Kamaruddin Simanjuntak menilai sangat janggal jika Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo.

"Pertanyaannya ada nggak orang yang sudah tahu dia menjelang sakaratul maut masih bernafsu untuk melakukan itu," ungkapnya.

Tangis keluarga jelang jenazah Brigadir J dimakamkan secara kedinasan. Di sisi lain, keluarga Irjen Sambo tak terima dengan pemakaman dinas tersebut.
Tangis keluarga jelang jenazah Brigadir J dimakamkan secara kedinasan. Di sisi lain, keluarga Irjen Sambo tak terima dengan pemakaman dinas tersebut. (Kolase TribunJakarta (Facebook Kamaruddin Simanjuntak))

Baca juga: Komnas HAM Telisik Obrolan Ponsel Orang Sekitar Ferdy Sambo di Hari Brigadir J Tewas dari Bukti Ini

Kamaruddin Simanjuntak memamparkan, almarhum Brigadir J pernah berkomunikasi dengan Vera, ihwal ancaman pembunuhan terhadap dirinya tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved